Langsung ke konten utama

RAHASIA KEKUATAN MALAM yang ALLAH BERIKAN pada HAMBANYA yang BERIMAN Tafsir Genius Thariqah Anfusiyah Indonesia

 RAHASIA KEKUATAN MALAM

Pengajian Viral 2022. Tafsir Genius Surah An Naba' : 1-16| Gus ion | Pengasuh PonPes AGUNG Al Mubarok Malang Indonesia

 


1. عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ

2. عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلْعَظِيمِ

3. ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

4. كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

5. ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

6. أَلَمْ نَجْعَلِ ٱلْأَرْضَ مِهَٰدًا

7. وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًا

8. وَخَلَقْنَٰكُمْ أَزْوَٰجًا

9. وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

10. وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِبَاسًا

11. وَجَعَلْنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشًا

12. وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

13. وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

14. وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

15. لِّنُخْرِجَ بِهِۦ حَبًّا وَنَبَاتًا

16. وَجَنَّٰتٍ أَلْفَافًا

 

Kafir sifat pengingkaran terhadap kebenaran, mengingkari terhadap nikmat Allah, Kafir (كافر) menutup dirinya (hatinya) dari Petunjuk Allah SWT. dan Kata kafir ini yang sering di sebutkan di dalam Al Quran yang menunjukkan bahwa seseorang itu ingkar dan dusta terhadap Allah dan Rasul Allah SAW (Kanjeng Nabi Muhammad).

Termasuk meragukan/ tidak percaya terhadap suatu hal yang di Imani yaitu hari pembalasan (Hari Kiamat), Kebanyakan manusia karena meragukan datangnya hari kiamat sering saja hari yang sangat besar itu dibuat candaan/ gurauan tatkala mereka bertemu dan berkumpul, hari kiamat itu sering dipertanyakan dengan tujuan menunjukkan keraguan atas datangnya berita besar yaitu datangnya hari kiamat, yang mana pasti suatu saat mereka akan mengetahui sendiri tatkala kiamat itu datang (Kiamat Sughra).

Apabila ada sekelompok orang yang sedang membicarakan tentang Hari Kiamat itu, berbicara tanpa ilmu, hanya sekedar dibuat debat-debatan dan perselisihan, maka kita harus menjauhi mereka. Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW. Menjamin rumah di surga bagi mereka yang meninggalkan berkata dusta walaupun ketika bercanda. Nabi bersabda:

 أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

"Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga tertinggi bagi orang yang baik akhlaknya."

Sampai hari ini kita masih diberikan kehidupan dan kesehatan oleh Allah, kita pergunakan waktu kita ini sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah, mencari karunia Allah untuk bekal kita hidup di dunia, lebih-lebih di akhirat nanti. Allah Hamparkan bumi ini untuk kita pergunakan mencari karunia Allah dan untuk beribadah kepada Allah.

Allah Hujamkan kedalam hati kita keimanan (dilambangkan gunung) agar tidak ada keraguan di dalamnya (tidak ada pergerakan dari lempengan bumi), sehingga kita melakukan aktivitas apapun sesuai dengan petunjuk dari allah SWT. Allah ciptakan langit, bumi (hamparan bumi) dan diantaranya untuk manusia. Langit sebagai atap dan hamparan bumi ini dipergunakan untuk mencari karunia Allah (Rejeki) untuk menafkahi Istri, anak dan keluarga. Sedangkan malam dipergunakan untuk istirahat (tidur), namun dari sebagian malam itu kita harus bangun untuk melakukan Qiyamul lail (Shalat Tahajjud, Qiroatil Quran dan Dzikir).

Qiyamul Lail adalah Bangun malam untuk melakukan Ibadah kepada Allah, untuk Taqarrub Ila Allah,, yang mana pada malam itu waktu yang sangat tepat untuk me Nge-charge Jiwa dan  mental kita : وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِبَاسًا agar kuat, sekuat besi dan baja. Malam juga digunakan membangun perisai untuk mempersiapkan diri berjihad di esok hari. Jihad melawan hawan nafsu kita, yang mana hawa nafsu kita kecendrungan dan mendorong kepada keburukan. Oleh sebab itu butuh mental, jiwa dan perlengkapan perang diantaranya adalah Qiyamul Lail untuk membentuk jiwa, mental kita dan membangun perisai untuk membentengi diri kita.

Rejeki, adalah karunia Allah yang harus kita usahakan secara halal, agar rejeki kita barokah (ziyadatul khair: bertambah kebaikannya), di infaq sodakohkan sebagian rejeki yang diberikan oleh Allah kepada kita (yakin kalau rejeki dijamin Allah), kalau kita meng infaq sodakohkan rejeki yang kita dapatkan maka akan di tambah, akan di lipatkan gandakan oleh Allah, sesuai firmannya QS. Al Baqarah: 261

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“ Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui”.

Kalau rejeki yang kita dapat halal penuh keberkahan, dan sebagian dinfaq sodakohkan bukti syukur kita atas rejeki yang Allah berikan kepada Kita. Kalau kita bersyukur atas rejeki yang Allah berikan, maka allah akan menambah Kenikmatan/ Keberkahan dalam kehidupan kita. Sesuai Firman Allah SWT dalam QS. Ibrahim: 7 :

 لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

 “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian”

Hasil dari apa yang kita usahakan itu Halal penuh keberkahan, hal itulah yang akan menjadikan keluarga kita sakinah (bahagia), istri kita Solehah dan anak-anak kita Soleh Solehah. Itulah makna dari Air hujan yang lebat diturunkan ke bumi untuk menumbuhkan biji dan tanaman. Dan hasilnya kebun kita akan lebat buatnya dan rindang meneduhkan.

 وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

 لِّنُخْرِجَ بِهِۦ حَبًّا وَنَبَاتًا

وَجَنَّٰتٍ أَلْفَافًا

 

Malang, 21 Januari 2022

Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Gus ion

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

  ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI KEPADA ALLAH Ulama adalah orang yang pakar dalam bidangnya atau orang yang ahli dalam bidangnya. Siapapun yang ahli dalam bidangnya ia disebut dengan ulama. Menurut Salah satu Mursyid Thariqah Anfusiyah berpendapat bahwa seorang dokter, ahli biologi, ahli ekonomi, ahli fisika itu juga disebut ulama, bukan hanya seorang yang ahli di dalam agama seperti Kiyai, abuya, syech dan lain sebagainya. Seorang ulama dengan keahliannya itu yang membuat dirinya bertambah takut bertambah cinta kepada Allah. Misalnya seorang peneliti (dokter) meneliti tentang nyamuk, ternyata seorang ahli akan menemukan di dalam nyamuk terdapat jantung dan alur pernafasan dari seekor nyamuk, tidak berhenti disitu, di dalam nyamuk ada kuman yang hidup, kuman yang hidup itu juga memiliki jantung sehingga kuman itu hidup, dan di dalam kuman itu ada virus yang banyak, ternyata di dalam virus itu juga ada kehidupan yang pastinya mempunyai jantung. Penemuan inilah yang membuat seorang ahl...

Kafire Dewe Monggo di bukake