ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI KEPADA ALLAH
Ulama adalah orang yang pakar dalam bidangnya atau orang yang ahli dalam
bidangnya. Siapapun yang ahli dalam bidangnya ia disebut dengan ulama. Menurut Salah
satu Mursyid Thariqah Anfusiyah berpendapat bahwa seorang dokter, ahli biologi,
ahli ekonomi, ahli fisika itu juga disebut ulama, bukan hanya seorang yang ahli
di dalam agama seperti Kiyai, abuya, syech dan lain sebagainya. Seorang ulama
dengan keahliannya itu yang membuat dirinya bertambah takut bertambah cinta
kepada Allah. Misalnya seorang peneliti (dokter) meneliti tentang nyamuk,
ternyata seorang ahli akan menemukan di dalam nyamuk terdapat jantung dan alur
pernafasan dari seekor nyamuk, tidak berhenti disitu, di dalam nyamuk ada kuman
yang hidup, kuman yang hidup itu juga memiliki jantung sehingga kuman itu
hidup, dan di dalam kuman itu ada virus yang banyak, ternyata di dalam virus
itu juga ada kehidupan yang pastinya mempunyai jantung. Penemuan inilah yang
membuat seorang ahli dalam kedokteran atau biologi yang spontan akan berucap
SubhanAllah, Masya Allah, Allahu akbar. Dengan keahlian itulah maka seorang ahli
mengetahui kebesaran Allah, Kuasa Allah, Keilmuan Allah sehingga membuat
dirinya semakin takut dan cinta kepada Allah. Hasilnya adalah semakin tahu kita
atas kebesaran Allah atas Kekeuasaan Allah dn semakin tahu kita terhadap Tuhan
Kita, maka kita semakin tahu siapalah diri kita ini. Semakin sadar atas
kebodohan kita tatkala di hadapka pada Keilmuan Allah, semakin sadar atas kecilnya
kita tatkala dihadapkan pada Kebesarannya Allah dan semakin sadar
ketidakberdayaan diri kita tatkala dihadapkan pada Kekuasaan Allah. La Haula
Wala Quwwata Illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adhim.
من عرف نفسه، فقد
عرف ربّه
“Siapa orang
mengenal dirinya, maka sesungguhnya ia mengenal Tuhannya.”
Wallahu A’lam.
Pengajian Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia
| Surah Al Lail : 8-21 |Gus ion |
PP AGUNG AL MUBAROK Malang Indonesia
بِسْمِ اللّٰهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
لَمْ يَكُنِ
الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ
حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ - ١
“Tidak akan Orang-orang
yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik meninggalkan (keyakinan
mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata (Penjelas)”
رَسُوْلٌ مِّنَ
اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ - ٢
“(yaitu) seorang
Rasul dari Allah (Kanjeng Nabiyuna Muhammad) yang membacakan kepada mereka
lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur'an)”
فِيْهَا كُتُبٌ
قَيِّمَةٌ ۗ - ٣
“di dalamnya (Al-Qur’an)
terdapat Ketetapan-ketetapan yang sempurna”
وَمَا تَفَرَّقَ
الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ
ۗ - ٤
“Dan tidak
bercerai-berai orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka
bukti yang nyata (Penjelas)”
وَمَآ
اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ
حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ
الْقَيِّمَةِۗ - ٥
“Dan tidak diperintah
mereka kecuali beribadah kepada Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata
karena (perintah) agama dengan Kecondongan (kepada kebenaran), dan menyempurnakan
shalat dan menunaikan zakat; dan itulah agama yang sempurna”
اِنَّ الَّذِيْنَ
كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ
خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ - ٦
“Sungguh,
orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik
(akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Itulah mereka
seburuk-buruknya makhluk (lebih buruk daari binatang)”
اِنَّ الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ - ٧
“Sungguh,
orang-orang yang beriman dan (membuktikan keimanannya) dengan beramal soleh,
mereka itu adalah sebaik-baik makhluk (Lebih baik dari malaikat)”
جَزَاۤؤُهُمْ
عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ
فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ
خَشِيَ رَبَّهٗ ࣖ - ٨
“Balasan bagi mereka
di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai;
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya (abadi). Allah rida terhadap mereka dan
mereka pun rida kepada keputusan Allah. Demikian itulah adalah (balasan) bagi
orang yang memili rasa takut (Cinta) kepada Tuhannya”
Malang, 19 Maret 2022
Pon Pes Agung Al Mubarok Malang
Budiyono Santoso (Gus ion)
Komentar
Posting Komentar