IMAN SANG PENYELAMAT
Iman adalah
keyakinan yang ada di dalam dada (hati), keyakinan (Yaqin) itu ada 4 tingkatan:
1.
Yaqin
2.
‘Ainul Yaqin
3.
Haqqul Yaqin
4.
Akmalul Yaqin
Rukun Iman ada 6
:
1.
Iman Kepada Allah
2.
Iman Kepada Malaikat
3.
Iman Kepada Kitab
4.
Iman Kepada Rasul
5.
Iman Kepada Hari Kiamat
6.
Iman Kepada Qadha’ dan Qadar
Iman harus betul-betul di tancapkan ke dalam hati, diikrarkan melalui lisan
dan diamalkan dalam perbuatan. Karena hanya keimanan yang dapat menyelamatkan
seseorang tatkala sakaratul maut. Imanlah (Akmalul Yaqin) yang menyelamatkan
dari para pembegal Iman (Hawa Nafsu yang berkolaborasi dengan Iblis) yang ingin
menggelincirkan iman manusia. Oleh sebab itu terus tingkatkan keimanan dan
ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan meningkatkan kualitas amal ibadah kita
(Ikhlas/ Cinta).
Pengajian Viral 2022. Tafsir Genius Surah At
Takwir:1-14| Gus ion | Pengasuh PonPes AGUNG Al Mubarok Malang
سْمِ اللّٰهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِذَا الشَّمْسُ
كُوِّرَتْۖ - ١
“Apabila matahari
dilipat/ Gulung”
Tanda pertama, Tatkala manusia sudah sampai pada
ajalnya (Kiamat Sughra), maka Matahari dan Rembulannya dilipat oleh Allah,
sesuai dengan sabda kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW,
الشَّمْسُ وَالقَمَرُ مُكَوَّرَانِ يَوْمَ
القِيَامَةِ
“Matahari
dan rembulan dilipat keduanya pada hari kiamat”
Maknanya: bahwa tatkala orang sedang sakaratul maut,
semangat hidup dari seorang hamba sudah tidak ada (tidak bercahaya)
وَاِذَا
النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ - ٢
“Dan ketika
bintang gumintang berjatuhan”
Tanda kedua, tatkala Cahaya bintang yang berada di
wajah seorang hamba, akan redup/ mati, makanya orang yang mau meninggal itu
wajahnya layu, walaupun wajahnya putih bersih.
وَاِذَا
الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ - ٣
“Dan apabila
gunung-gunung berjalan”
Tanda yang ketiga adalah tatkala Jibal (hidung)
seorang hamba sudah terangkat dari bumi, dan bergeser, lepas dari tempatnya
alias tambah mancung.
وَاِذَا
الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ - ٤
“Dan ketika
unta-unta yang bunting 10 Bulan tidak terurus”
Tanda yang keempat yang bisa dirasakan oleh
seorang yang sedang sakaratul maut adalah sudah tidak memikirkan harta dunia,
jabatan dan penghormatan, yang ada hanyalah berharap bagaimana bisa selamat
tatkala sakaratul maut. Walaupun diberi emas 50 kg tatkala kita tenggelam
dilautan lepas, kita tidak akan mau dan memilih Ban bekas dari pada emas.
وَاِذَا
الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ - ٥
“Dan apabila binatang-binatang buas dikumpulkan”
Tanda yang kelima, tatkala binatang buas lambang
dari nafsu angkara murka berkumpul dan berkolaborasi dengan Syetan (iblis)
untuk menggelincirkan keimanan seorang yang sedang sakaratul maut. Hal ini
pasti terjadi dan akan dilewati. Oleh sebab itu ters tingkatkan keimanan dan
ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
وَاِذَا
الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ - ٦
“Dan apabila
lautan dipanaskan (terus meluap)”
Tanda yang keenam, tatkala orang sedang sakaratul
maut, air kehidupannya akan mendidih dan meluap sehingga orang yang sedang
sakaratul maut itu merasakan panas yang amat sangat, sehingga kadang ngigau/
berbicara ngelantur. Hal ini sesuai rekaman di bawah alam sadar dari seseorang,
ngigaunya itu baik atau buruk sesuai dengan pengalaman yang telah terlewati.
وَاِذَا
النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ - ٧
“Dan apabila ruh
dipertemukan dengan sukma)
Tanda ketujuh, tatkala ruh dan sukma (penerima
balasan) dipertemukan/ digandengkan. Sehingga seseorang itu akan merasakan
balasan dari apa yang telah ia perbuat sewaktu hidup di dunia.
وَاِذَا
الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ - ٨
“Dan apabila
bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya”
Tanda kedelapan, tatkala hati nurani sudah
dimatikan oleh Allah, seorang hamba hanya memikirkan keselamatan dirinya saja,
tidak yang lainnya. Bahkan dilambangkan seorang bayi perempuan (kesayangan dari
seorang ayah) dikubur hidup-hidup. Hal ini disebabkan karena ketakutan atas
keselamatan dirinya.
بِاَيِّ ذَنْۢبٍ
قُتِلَتْۚ - ٩
“karena dosa apa ia
(Anak Perempuan) dibunuh?”
Membunuh adalah dosa besar, di jaman jahiliyan
dahulu, apabila melahirkan seorang anak perempuan itu sebuah aib, apalagi
seorang macan padang pasir seperti Sayyidina Umar ra. saat itu juga pernah
melakukan itu sebelum beliau masuk ke dalam Islam. Dijaman modern sekarang ini,
ada prbuatan yang jauh lebih kejam dan lebih besar dosanya yaitu menggugurkan janin
(aborsi) yang tidak dibenarkan oleh syariah. Karena dosa membunuh satu jiwa
sama seperti membunuh seluruh manusia diatas dunia ini. Oleh sebab itu amal
perbuatan kita yang baik dan yang buruk tatkala sakaratul maut akan
diperlihatkan.
وَاِذَا
الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ - ١٠
“Dan ketika
lembaran-lembaran kehidupan/ catatan amal perbutan dibuka selebar-lebarnya”
Tanda ke sembilan, Tatkala skaratul maut catatan
amal/ lembaran kehidupan manusia akan ditampakkan setampak tampaknya.
وَاِذَا
السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ - ١١
“Dan ketika
langit 7 dilbedah (dilewati) satu persatu”
Tanda kesepuluh, tatkala jiwa (ruh) seorang hamba yang
sedang sakaratul maut melewati langit demi langit sampai langit ke tujuh. Jadi jiwa
manusia akan melewati langit tujuh itu (Tauhid Tujuh), bagi yang dikehendaki
oleh Allah SWT
وَاِذَا
الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ - ١٢
“Dan apabila
neraka Jahim dinyalakan”
Tanda kesebelas, akan diperlihatkan Siksa Neraka
bagi mereka yang Ingkar/ Kufur.
وَاِذَا
الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ - ١٣
“Dan apabila
surga didekatkan”
Tanda yang kedua belas, Jiwa yang selamat (Nafsu
Mutmainnah) akan dikumpulkan bersama hamba-hamba yang patuh taat pada Allah.
kemudian dimasukkan ke dalam Surga dan
hidup kekal di dalamnya.
عَلِمَتْ نَفْسٌ
مَّآ اَحْضَرَتْۗ - ١٤
“setiap diri (jiwa)
akan mengetahui apa yang pernah ia lakukan”
Jadi manusia diujung perjuangan tatkala melewati
sakaratul maut, akan ditampakkan semua apa yang pernah ia lakukan, mulai dari
awal sampai akhir, dan balasan apa yang akan diterimanya nantinya.
Itulah gambaran bahwa besok manusia akan melewati ke
dua belas tanda kematiannya itu, sehingga kita bisa yakin seyakinnya bahwa hari
kiamat itu memang ada, dan kita seharusnya setelah mengetahui itu semua bisa
dapat meningkatkan kualitas ibadah dan kauntiatas ibadahnya dengan Ikhlas
(cinta) mengharap ridha allah SWT.
Malang, 29 Januari 2022
Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia
Gus ion
Komentar
Posting Komentar