Dakwah itu Amal Ma’ruf nahi Mungkar
Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah para nabi dan para rasul bahwa
sebelum mereka berdakwah/ terjun langsung ke kaumnya/ masyarakat. Allah SWT memanggilnya
terlebih dahulu untuk mensucikan hatinya (diisi dengan ilmu) dan menguatkan
jiwa sbelum mereka berdakwah menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Karena apa yang mereka lakukan dan ucapkan (para nabi dan para rasul) itu cerminan
dari hatinya, dan kegigihan dakwahnya melambangkan kuat jiwa/ mentalnya.
Oleh sebab itu berdakwah itu harus dengan cara yang lemah lembut,dengan
cara amal Ma’ruf nahi Mungkar, maknanya apa?, harus dengan cara yang ma’ruf bil
ma’ruf (mengajak kebaikan dengan cara yang baik). Kelembutan hati adalah
senjata bagi para nabi dan para rasul demikian pula para pewaris mereka yaitu
para Ulama, yang mana para ulama itu dalam berdakwah Alladzina yandzhuruna
ilal ummah bi ainir rahmah (yaitu orang yang melihat umat dengan
pandangan kasih sayang)
Pengajian Viral 2022. Tafsir Genius Surah An
Nazi'at :15-26| Gus ion | Pengasuh PonPes AGUNG Al Mubarok Malang Indonesia.
هَلْ اَتٰىكَ
حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ - ١٥
“Apakah Sudah
sampai kepadamu ya Muhammad kisah tentang Kanjeng Nabiyuna Musa AS?”
Apa hubungannya Naza’ atau proses
kematian seorang hamba dengan kisah kanjeng nabiyuna Musa AS, ternyata di dalam
kisah itu ada kisah Fir’aun yang angkuh dan sombong mendustakan ayat-ayatnya
Allah dan matinya juga sulit.
اِذْ نَادٰىهُ
رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ - ١٦
“Tatkala
memanggil Kanjeng Nabiyuna Musa siapa oleh Rabb nya, di lembah suci yang
namanya Towa”
Kanjeng Nabiyuna Musa dipanggil oleh Allah untuk datang ke lembah suci yang namanya TOWA, pada jaman
sekarang ini Towa itu dibuat merk Speaker, Towa itu berarti di suarakan/
diteruskan dari hatinya yang suci/ disucikan.
اِذْهَبْ اِلٰى
فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ - ١٧
“Pergilah engkau ya Musa kepada Fir‘aun, Sesungguhnya Fir’aun
itu telah melampaui batas”
Kanjeng nabiyuna Musa diperintahkan oleh Allah kepada Fir’aun, sesungguhnya
Kelakuan fir’aun sudah melampaui batas, orang banyak dibunuh, anak kecil banyak
yang di potong lehernya, dan tidak berkeprimanusiaan bahkan kejamnya melebihi
binatang.
فَقُلْ هَلْ
لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ – ١٨
“Maka katakan ya
Musa kepada Fir‘aun, “maukah engkau ke jalan untuk bersungguh-sungguh mensucikan
diri”
Tazkiyatun Nafs (mensucikan diri), diajak fir’aun oleh kanjeng nabiyuna
musa untuk mnsucikan hatinya agar tidak syirik/ musyrik.
وَاَهْدِيَكَ
اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ – ١٩
“Dan aku
tunjukkan jalannya kepada Tuhanmu maka engkau Cinta/ takut kepada-Nya?”
Tidak kenal maka tidak sayang (cinta), Kanjeng Nabiyuna Musa menunjukkan
Fir’aun kepada jalan menuju Allah (kenal pada Allah) agar dia Cinta. Kalau sudah
kenal maka Cinta/ Takut Adzab Allah.
فَاَرٰىهُ
الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ – ٢٠
“Maka ditampakkan
kepada Fir’aun Kekuasaan/ mukjizat yang besar.”
Dalam kisah ditampakkan mukjizat Allah, berupa tongkat kanjeng Nabiyuna
Musa berubah menjadi ular yang besar dan juga tangan kanjeng nabiyuna musa bisa
bercahaya.
فَكَذَّبَ
وَعَصٰىۖ - ٢١
“Maka mendustakan
siapa Fir’aun terhadap kekuasaan Allah dan mendurhakai”.
Fir’aun mendustakan dan mendurhakai kanjeng nabiyuna musa disebabkan fir’aun
angkuh dan sombong atas kekuasaannya. Sehingga menutupi mata hatinya.
ثُمَّ اَدْبَرَ
يَسْعٰىۖ – ٢٢
“Kemudian Fir’aun
menolak ajakan dan menantang kanjeng Nabiyuna Musa”
Karena keangkuhan dan kesombongannya itu fir’aun menolak ajakan kanjeng
nabiyuna musa dan bahkan menantangnya, adu kekuatan dan kekuasaan.
فَحَشَرَ
فَنَادٰىۖ – ٢٣
“Maka Fir’aun dikumpulkan
Perdana Mentrinya, Maka Fir’aun memanggil kaumnya untuk mengumumkan sesuatu”
Untuk menunjukkan siapa dirinya, dikumpulkan semua perdana mentri dan
kaumnya, kemudian fir’aun mengumumkan dan meng ikrarkan tentang dirinya.
فَقَالَ اَنَا۠
رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ – ٢٤
“Maka berkata
Fira’aun, “Akulah Rabb kalian yang sangat tinggi.”
Fir’aun mengaku dirinya Tuhan, karena menganggap dirinya raja di raja, kuat
tidak pernah sakit dan dengan memiliki kekuasaan yang sangat besar itulah ia
mengaku dirinya TUHAN. Mengatur se enaknya, membunuh se enaknya, menghukum se
enaknya dan tidak ada yang berani pada dirinya.
فَاَخَذَهُ
اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ - ٢٥
“Maka dihukum Fir’aun
oleh Allah dengan azab di akhirat dandi dunia”.
atas perilaku fir’aun yang melampaui batas itulah maka Allah menghukum fir’aun
di dunia dengan menenggelamkannya di laut merah dan besok di akhirat di
masukkan ke neraka jahannam. Itulah hukuman bagi orang yang menyalahgunakan
kekuasaannya, angkuh dan menyombomgkan dirinya. Ehingga menganggap dirinya
Tuhan karena atas kebesaran kekuasaanya.
اِنَّ فِيْ
ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗ ࣖ - ٢٦
“Sungguh, didalam
kisah Kanjeng Nabiyuna Musa terdapat pelajaran bagi orang yang Cinta/ Takut
kepada Allah”
Kita yang menginginkan Cinta Allah/ takut atas adzab Allah maka bisa
mengambil pelajaran dari kisah Kanjeng nabiyuna Musa dengan fir’aun, yang mana
dalam berdakwah kita harus niatkan suci/ ikhlas karena Allah dan kita menjauhui
sifat angkuh dan sombong seperti firaun yang dapat membutakan mata hati nurani
kita.
Malang, 25 Januari 2022
Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia
Gus ion
Komentar
Posting Komentar