Langsung ke konten utama

BUTA MATA HATINYA LEBIH BAHAYA DARIPADA BUTA MATA LAHIRIYAHNYA Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

BUTA MATA LAHIRIYAH VS BUTA MATA HATI BATINIYAH

Orang buta adalah orang yang tidak bisa melihat dikarenakan matanya rusak atau cacat dari lahir. Oleh sebab itu kehidupannya hanya terwarnai oleh dunia hitam putih kehidupan. Namun di dunia ini kata buta juga disematkan pada orang yang tidak mau terhadap petunjuk Allah yang sering kita kenal dengan sebutan buta mata hatinya. Hal ini sesuai denganFirman Allah QS. Al Hajj: 46

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, kuping mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah mata hati yang di dalam dada”

Allah bertanya kepada orang-orang yang tidak mau terhdap petunjuk Allah yang dibawa Rasulullah, "Maka apakah mereka tidak pernah berjalan di bumi menyaksikan jejak/ kisah umat terdahulu atau mengkajinya secara mendalam sehingga Qalbu, kecerdasan emosi, dan spiritual mereka dapat memahami atau merenungkan ajaran Al-Qur’an atau kuping mereka dapat mendengar ajakan Rasul untuk beriman kepada Allah?" Mata, kuping, dan pikiran mereka tertutup. Oleh sebab itu, sejatinya bukan mata lahiriah mereka itu yang buta sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti kebenaran ajaran Rasulullah, tetapi yang buta adalah mata hati mereka yang ada di dalam dada mereka.

 BUTA MATA HATINYA BATINIYAH

Pengajian Viral 2022. Tafsir Genius Surah 'Abasa : 1-16| Gus ion | Pengasuh PonPes AGUNG Al Mubarok Malang Indonesia.



 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ - ١

“Mengerutkan dahi dan membuang muka (Muhammad)”

اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ - ٢

“Sesungguhnya telah datang kepadamu (Muhammad) seorang yang buta (Abdullah bin Ummi Maktum)”

 

وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ - ٣

“Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia (buta) ingin menyucikan dirinya (dari dosa),”

 

اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ - ٤

“atau dia (buta) ingin belajar (cara berdzikir), maka bermanfaat kepadanya pelajaran itu?

Ketika Kanjeng Nabiyuna Muhammad berada di masjid Nabawi sedang berdakwah pada pembesar-pembesar Qurasy (diantara Ubay bin Khalaf). Kemudian datang seorang yang buta bernama Abdullah bin umi maktum, dengan berkata lantang:  Arsyidii ya Rasululallah (Arsyidnii ya Rasulallah); ajari aku ya rasulallah. Spontan kanjeng nabiyuna Muhammad kaget mengerutkan wajahnya dan membuang mukanya tanda kalau kanjeng nabiyuna Muhammad kurang suka atas apa yang dilakukan oleh Abdullah bin Umi Maktum karena merusak konsentrasi tatkala sedang berdakwah.

Maklumlah orang yang buta mata lahiriyahnya, karena ia tidak tahu ada apa dihadapannya di sekitarnya. Namun semangatnya untuk menimba ilmu dan belajar agama sangat kuat dari dalam hatinya menandakan bahwa ia hanaya buta mata lahiriyahnya tapi tidak buta mata hatinya.

Kebanyakan orang yang merasa dirinya lebih pintar, lebih alim, lebih hebat, lebih baik, lebih kaya dan lain sebagainya, kadang buta mata hatinya sehingga ia tidak mau mengambil, menerima kebenaran sebagai petunjuk dari Allah SWT, walaupun mata lahiriyahnya sehat wal afiat. Bersyukurlah kita yang mempunyai mata lahiriyah dan batiniyah yang sehat kedua-duanya.

اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ – ٥

“Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (kaya ilmu)”

Kemudian Allah menegur kanjeng nabiyuna muhammad dan membandingkan antara yang buta lahiriyah dengan yang buta hatinya. Ternyata lebih bahaya lebih sesat dan menyesatkan orang yang buta mata hatinya. Hal ini sesuai firman Allah QS. Al Isra’: 72

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا

“Dan barang siapa buta (mata hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalannya (jalan Kebenaran)”

Dan barang siapa buta mata hatinya di dunia ini, tidak mau terhadap petunjuk Allah, jalannya sesat dan durhaka kepada Tuhan, maka nanti di akhirat dia akan lebih buta lagi mata hatinya dan tersesat jauh dari jalan kebenaran. Tidak ada waktu lagi untuk bertobat dan mencari keselamatan dari adzab api neraka. Kepada mereka diberikan raport amalnya di tangan kirinya. Mereka itulah orang-orang yang celaka disebabkan karena kesesatan dan kedurhakaannya kepada Allah dan Rasulallah.

فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ – ٦

“Maka engkau (Muhammad) atasnya memberi perhatian Khusus (Special)”

 

وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ – ٧

“Dan padahal tidak ada (cela) atasmu, seandainya dia tidak menyucikan jiwanya (beriman)”

Apabila kita sebagai Ulama penerus dan pewaris dari para nabi dan perjuangan para nabi terutama kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW. Kita harus bisa melihat mana yang sungguh-sungguh mencari ilmu dan mana orang yang hanya iseng saja. Agar kita bisa lebih mengutamakan orang yang betul-betul mencari ilmu.

وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ – ٨

“Dan adapun orang (buta) yang datang kepadamu dengan bersungguh-sungguh/ bersusah payah”

 

وَهُوَ يَخْشٰىۙ – ٩

“Dan dia sungguh Cinta/ takut (kepada Allah)”

Orang yang sungguh-sungguh mencari ilmu, dia itu orang yang betul Cinta/ Takut kepada Allah. Siapa orang yang betul cinta kepada Allah pastinya dia akan mengikuti apa yang diajarkan oleh kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW, maka dia akan mendapatkan Cinta Allah dan Ampunan Allah yang Maha Pengampun dan Penyayang.

فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ – ١٠

“Maka engkau (Muhammad)terhadapnya (buta) malah cuek/ mengabaikannya”

 

كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ – ١١

“Jangan (begitu)! Sungguh kejadian ini suatu pelajaran/ peringatan”

Kisah ini Pelajaran buat kita semua, bahwasanya kita kalau ingin mendapatkan Cinta Allah dan Ampunannya, kita harus ambil pelajaran ini sebagai petunjuk dalam mengaruhi kehidupan di dunia ini.

فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ – ١٢

“Maka barangsiapa ingin/ menghendaki Pelajaran, ambillah sebagai pembelajaran”

 

فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ – ١٣

“di dalam lembaran yang dimuliakan”

 

مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢ ۙ – ١٤

“yang ditinggikan lagi disucikan”

 

بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ – ١٥

“di dalam genggaman para utusan (hati)”

 

كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ – ١٦

“yang mulia lagi berbuat baik (taat)”

Al Quran ini Allah yang menurunkan dan Allah langsung yang menjaganya, seseuai QS.Al Hijr: 9

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya  Kami (pula) yang memeliharanya”

Untuk membuktikan kebenaran pengakuan Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW bahwa ayat-ayat yang disampaikannya benar-benar berasal dari Allah, Dia berfirman, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an melalui perantara Malaikat Jibril yang diragukan oleh kaum kafir itu, dan pasti Kami pula bersama Malaikat Jibril dan kaum mukmin yang selalu memelihara keaslian, kesucian, dan kekekalan-nya hingga akhir zaman.”

 

Malang, 27 Januari 2022

Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Gus ion

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAI MUDA NU DAKWAHKAN ISLAM NUSANTARA DENGAN CINTA DAN KASIH SAYANG

  Dai Muda NU Malang Dakwahkan Islam Nusantara dengan Cinta dan Kasih Sayang Pondok Pesantren  Agung Al Mubarok Malang yaitu Pondok Pesantren Siswa dan Mahasiswa yang exist di kota malang sejak tahun 2016 yang lalu. Pondok Pesantren ini yang awalnya diberi nama AMAM kepanjangan dari Asrama Mahasiswa Agung Mubarok  Malang telah mengambil kiprah dalam membentuk dan menjadikan anak generasi bangsa ini, menjadikan anak yang Soleh dan solehah.  Soleh yang dimaksud disini adalah soleh dalam spritualitas dan soleh dalam sosialitas. Soleh dalam spritualitas disini anak Asrama (santri) di ajak dengan cara lembut, penuh kasih sayang sehingga bisa menyadarkan anak-anak bahwa ilmu agama itu penting. Ilmu agama itu bisa menjadi tameng (perisai) dari hal-hal buruk yang dapat menjerumuskan ke lembah dosa dan kehancuran. Baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.  Hal ini mereka dapatkan tatkala pengajian rutin yang diadakan oleh pondok pesantren setiap harinya setia...

ORANG TUA ADALAH PINTU SURGA

 Berbhakti kepada Kedua Orang Tua Orang tua adalah sebab adanya kita di dunia ini, mulai dari mengandung yang kesusahan dan melahirkan dengan susah payah dengan taruhan nyawa, menyusui, merawat dan memoivasi kita sampai sekarang ini, mendidik kita dengan kasih sayang di rumah, menyekolahkan kita   di umum dan madrasah untuk bekal kita menjalani kehidupan di dunia hasanah dan di akhirat hasanah. oleh sebab itu kita harus berbhakti kepada kedua orang tua kita terutama ibu. Hal ini termaktub dalam QS. Al Ahqaf: 15 وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ “ Dan Kami perintahkan kepada manusia aga...

Kafire Dewe Monggo di bukake