INGIN MENATAP WAJAH ALLAH DI SURGA JADILAH HAMBA YANG MUTTAQIN Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia
INGIN MENATAP WAJAH ALLAH DI SURGA JADILAH HAMBA YANG MUTTAQIN Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia
Pengajian Viral 2022. Tafsir Genius Surah An Naba' : 31-40| Gus ion |
Pengasuh PonPes AGUNG Al Mubarok Malang Indonesia.
اِنَّ
لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ – ٣١
“Sesungguhnya
dimiliki oleh orang bertaqwa yaitu 2 keberuntungan (dunia dan akhirat)”
Keberuntungan di dunia ada 2 yaitu diberikan jalan keluar
dari kesulitan dan diberikan rejeki yang melimpah barokah, sesuai QS. At Talaq :
2-3
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ
مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ
لَا يَحْتَسِبُۗ
“Barangsiapa bertakwa kepada
Allah, niscaya Allah akan menjadikan jalan keluar dari permasalahannya, dan
Allah memberikan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya sebelumnya”
Keberuntungan di akhirat juga ada 2 yaitu tatkala
dibebaskan dari api neraka dan di masukkan ke dalam surga, sesuai firman Allah
QS. Al Imran : 185
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ
الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
“Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia memperoleh 2 (dua)kemenangan”.
حَدَاۤىِٕقَ
وَاَعْنَابًاۙ – ٣٢
“Di dalam
surga ada banyak kebun yang buahnya lebat dan ada juga kebun anggur”
Gambaran bahwasanya orang yang bertaqwa itu
hidupnya sewaktu di dunia damai, tenang dan sejahtera, makanya di dunia ia
bahagia dan di akhirat juga bahagia, sesuai dengan QS. Al Baqarah : 201
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Wahai Rabb
kami, berikanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan begitu pula kebahagiaan di
akhirat. Dan jauhkan kami dari adzab neraka.”
وَّكَوَاعِبَ
اَتْرَابًاۙ – ٣٣
“Dan di dalam
surga ada gadis belia yang cantik jelita (bidadari)”
Bidadari adalah gadis suci yang selalu menemani
kita di dalam surga, digambarkan di dalam QS. Al Baqarah : 25
وَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ
وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang
suci. Mereka hidup kekal di dalamnya.”
Surga tempat yang nyaman dan indah. Allah menyediakan di sisi-Nya
surga-surga dengan kebun-kebun yang rindang dan berbuah, serta istana-istana
yang menjulang tinggi, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali
mereka diberi rezeki oleh Allah berupa buah-buahan dari surga kelezatannya jauh
berbeda dengan buah yang ada di dunia. Dan di dalam surga mereka juga
memperoleh pasangan-pasangan yang suci, tanpa cacat dan kekurangan sedikit pun.
Mereka kekal hidup di dalamnya untuk selama-lamanya, tidak akan pernah mati,
dan tidak akan pernah keluar darinya.
Maknanya apa? Bahwa kehidupan orang yang bertaqwa di dalam surga itu sangat
menyenangkan dan membahagiakan, nyaman, tenang dan sejahtera. Hal itu semua
mereka dapatkan di surga dikarenakan semasa hidup di dunia mereka selalu beramal
soleh sehingga jiwanya (hati) selalu tenang karena merasa selalu dekat dengan
Allah.
وَّكَأْسًا
دِهَاقًاۗ – ٣٤
“Dan di
dalam surga ada gelas yangberisi air/ minuman yang selalu penuh”.
Di dalam surga itu setiap air itu diminum, gelasnya
itu kembali penuh lagidengan minuman, begitu seterusnya. Maknanya apa? Seorang yang
bertaqwa semasa hidup di dunia selalu bermanfaat dengan ilmunya, ilmunya berkah
dan membawa keberkahan. Di manapun ia tinggal dan dmanapun kakinya berpijak
pasti bermanfaat dan membawa barokah.
لَا يَسْمَعُوْنَ
فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذَّابًا – ٣٥
“Di dalam
surga itu tidak terdengar perkataan yang sia-sia dan kedustaan”
Maknanya apa? Orang yang ingin hidupnya bahagia
dunia akhirat harus menjadi orang yang bertaqwa, yang mana orang yang bertaqwa
itu menjaga dari perkataan yang sia-sia dan dan dusta begitupula
mendengarkannya. Jadi kalo kita ingin hidup bahagia, tenang dn sejahtera jauhi
pembicaraan yang sia-sia dan dusta
جَزَاۤءً مِّنْ
رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ – ٣٦
“Itulah
hadiah dari rabb mu memberi tanpa perhitungan (banyak)”
Hadiah dari Rabb (Allah) itu banyak bahkan tidak
terbatas dikarenakan amal ibadah yang dilakukan diniatkan karena Allah semata
(ikhlas/ cinta)
رَّبِّ
السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ
خِطَابًاۚ – ٣٧
“Rabb
yang mengatur langit, bumi dan diantara keduanya yaitu Ar Rahman, mereka tidak
mampu berbicara tentang Allah”
Allah maha kuasa mengatur segala urusan yang ada di
langit dan di bumi dengan cara memberi rahmat kepada semua makhluqnya tanpa
terkecuali, yang muslim, kafir dan semuanya. Namun bagi orang yang bertaqwa ia
tidak sanggup menyebut namanya karena keagungan Allah SWT.
يَوْمَ يَقُوْمُ
الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ
لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا – ٣٨
“Pada
hari itu berdiri tegak Ar Ruh dan para malaikat berbaris lurus, tidak bisa
berkata-kata kecuali bagi siapa yang dijinkan oleh Ar Rahman dan hanya berkata
yang benar saja”
Disinilah kekuatan yang diberikan Allah kepada
orang yang bertaqwa, ia hanya dapat berkata yang benar saja, tidak mampu
berdusta dan berkhayal karena itu membatalkan kesucian wudhunya yang hal itu
syarat agar bisa selalu sholat (daim) kepada Allah SWT
ذٰلِكَ الْيَوْمُ
الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا – ٣٩
“itulah
hari yang benar (Haq) yaitu hari perhitungan, maka barang siapa hendak dekat dengan Rabb nya tentunya dia mengambil jalan
untuk meunuju Rabb nya”.
Orang yang bertaqwa tentunya beriman (yakin) dengan
kesempurnakan keyakinan (akmalul Yaqin), terhadap datangnya hari perhitungan,
bahwasanya dia pasti akan kembali pada Rabb nya dengan cara beribadah dan beramal
soleh. Orang yang bertaqwa mengerjakan apa yang diprintahkan dan menjahui apa
yang dilarang oleh Allah SWT
اِنَّآ
اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ەۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ
يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرَابًا ࣖ - ٤٠
“sesungguhnya
Allah memperingatkan dengan adzab yang dekat, Pada suatu hari akan ditampakkan
apa yang diperbuat oleh tangannya, dan mereka berkata seandainya aku ini
dulunya menjadi orang yang rendah hati”
Sifat rendah hati (Tawaddhu’)adalah sifat manusia
yang sangat mulia yang dimiliki oleh orang yang bertaqwa, rendah hati (Tawaddhu’)
ini asalnya dari kalimat TAWAADHA’ATIL ARDU yang artinya tanah yang lebih
rendah dari tanah di sekitarnya. Jadi orang yang mempunyai Sifat Tawaddhu’ pastinya
merasa rendah hati bukan sebaliknya yaitu sombong. Siat sombong inilah yang
menyebabkan hati tertutup dari petunjuk Allah SWT.
Malang, 23 Jnauari 2022
Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia
Gus ion
Komentar
Posting Komentar