Langsung ke konten utama

KUBURAN YANG SEJATI yang mana MANUSIA WAJIB MENGETAHUINYA Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

KUBURAN MANUSIA YANG SEJATI

Kuburan adalah tempat kembalinya jasad manusia/ tempat untuk memendam/ menyimpan jasad manusia itu definisi kuburan pada umumnya. Namun yang di maksud dengan kuburan yang sejati adalah kembalinya manusia pada titik (nuqtah) atau kita kembali pada asal kehidupan kita. Dengan harapan setelah kita tahu kuburan sejati kita/ tempat pulang kita, maka kita akan mempersiapkan diri kita untuk bekal dalam perjalan kita menuju kepada kematian kita kemudian kita mencari tahu bagaimana kita dapat pulang/ kembali dengan mengetahui jalannya dan selamat dalam perjalanan menujuke  kuburan kita yang sejati.

Kalau kita ingin mengetahui dengan jelas tentang yaumil qiyamah (Kiamat Sughra/ Kubra) maka kita diperintahkan oleh Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW untuk mengaji dan memahami 3 Surat Dalam Al Quranul Karim, sesuai dengan Sabda beliau

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَيْنٍ. فَلْيَقْرَأْ: إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ

“Barangsiapa yang ingin mengetahui/ merasakan/ menyaksikan kepada  hari kiamat seolah-olah menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, maka bacalah “idzas syamsu kuwirat (At Takwir), idzas samaaunfatarat (Al Infithar), dan idzas samaaunsyaqat (Al Insyiqaq)”

Jadi kalau kita ingin tahu tentang hari kiamat (kiamat sughra), maka kita harus mempelajari (Mengaji), memahami dan mempraktikkan dalam kehidupan kita. Agar kita bisa tahu/ merasakan betapa dahsyatnya tatkala hari kiamat itu datang (Ajal itu datang/ Sakaratul Maut). Sehingga kita bisa mengambil pelajaran dari hal itu dengan meningkatkan amal ibadah kita (kualitas) dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

 KUBURAN SEJATI MANUSIA

Pengajian Viral 2022. Tafsir Genius Surah Al Infithar : 1-5| Gus ion | Pengasuh PonPes AGUNG Al Mubarok Malang Indonesia




بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ – ١

“Ketika 7 langit Terbelah (dibuka)”

Jikalau manusia sudah detik-detik mau meninggal dunia (kiamat Sughra) maka langit Yang tujuh akan dibuka lebar-lebar oleh Allah SWT. Agar mudah dilalui oleh Ruh yang akan kembali kepda Allah (Kuburan Sejati)

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ – ٢

“Dan ketika bintang-bintang jatuh (Pasrah)”

Orang/ manusia yang sudah sakaratul maut itu ia pasrah dengan kematiannya saat itu, sesuai dengan apa yang Allah janjikan kepada seluruh hambanya.

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ – ٣

“Dan ketika lautan mendidih dan meluap”

Orang dalam sekaratul maut akan mengalami panas yang luar biasa, dengan dikhiaskan air lautan yang mendidih dan meluap yang akhirnya mengering sakit panasnya, hal ini yang akan dialami oleh manusia dan hanya Iman (Amal Saleh) yang terus mendampinginya. Kebanyakan pada fase ini manusia yang sedang sekaratul maut kebanyakan mengigau (demam)

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ – ٤

“Dan ketika kuburan sejati ditemukan”

Kita diciptakan dari satu titik (Nuqtah/ Jantung) dan akan kembali pada satu titik pula (Jantung). Jadi kewajiban kita sebagai Muslim (orang islam) untuk mencari ilmu dari semenjak dalam buaian ibu sampai ke liang lahat. Sesuai dengan sabda Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim (orang Islam)."

اطلب العلم من  المهد إلى اللحد

“Menuntut ilmu dimulai dari lahir hingga masuk liang lahat (kuburan)”

Maksudnya kita selagi masih hidup di atas dunia ini, wajib kita sebagai seorang muslim untuk mencari ilmu/ pengetahuan tentang asal usul kita, tujuan kita dihidupkan dan jalan untuk kita kembali/ pulang (kuburan sejati)

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ – ٥

“Akan mengetahui setiap jiwa/ diri apa yang telah dlakukan dan apa balasannya”

Jadi tatkala kita menemukan kuburan sejati kita maka kita akan diperlihatkan oleh Allah apa yang telah kita lakukan semasa hidup di dunia dan balasan apa yang akan kita terima nanti di akhirat. Dan di akhirat semua amal akan dibalas, sekecil apapun amal kebaikan kita pasti akan dibalas dan sekecil apapun amal keburukan kita juga pasti akan dibalas, sesuai dengan Firman Allah SWT  QS. Az-Zalzalah : 7-8

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ  وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Maka siapa orang mengerjakan kebaikan sebesar atom, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan siapa orang mengerjakan keburukan seberat atom, niscaya dia akan melihat juga balasannya”

Oleh sebab itu marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan (Fastabikul Khairat) untuk bekal kita menghadapi kematian (ajal), Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW bersabda, bahwa ada 3 amal yang pahalanya tidak akan putus sampai yaumil qiyamah dan terus mengalir walaupun orangnya sudah meninggal dunia. Amalan apa itu kita simak hadis berikut ini,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“ketika meninggal dunia seorang insan/ hamba, maka terputuslah seluruh  amalanya kecuali tiga perkara:  sodakoh jariyah, dan ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang sholeh.”

Tiga amal itulah yang terus mengalir sampai Yaumil Qiyamah, walaupun kita sudah mninggal dunia, semoga kita diwafatkan oleh Allah dengan membawa Iman dan Islam yaitu wafat dalam keadaan Husnul Khatimah. Amin Ya rabbal Alamin

 

Malang, 1 Februari 2022

Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Gus ion

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAI MUDA NU DAKWAHKAN ISLAM NUSANTARA DENGAN CINTA DAN KASIH SAYANG

  Dai Muda NU Malang Dakwahkan Islam Nusantara dengan Cinta dan Kasih Sayang Pondok Pesantren  Agung Al Mubarok Malang yaitu Pondok Pesantren Siswa dan Mahasiswa yang exist di kota malang sejak tahun 2016 yang lalu. Pondok Pesantren ini yang awalnya diberi nama AMAM kepanjangan dari Asrama Mahasiswa Agung Mubarok  Malang telah mengambil kiprah dalam membentuk dan menjadikan anak generasi bangsa ini, menjadikan anak yang Soleh dan solehah.  Soleh yang dimaksud disini adalah soleh dalam spritualitas dan soleh dalam sosialitas. Soleh dalam spritualitas disini anak Asrama (santri) di ajak dengan cara lembut, penuh kasih sayang sehingga bisa menyadarkan anak-anak bahwa ilmu agama itu penting. Ilmu agama itu bisa menjadi tameng (perisai) dari hal-hal buruk yang dapat menjerumuskan ke lembah dosa dan kehancuran. Baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.  Hal ini mereka dapatkan tatkala pengajian rutin yang diadakan oleh pondok pesantren setiap harinya setia...

ORANG TUA ADALAH PINTU SURGA

 Berbhakti kepada Kedua Orang Tua Orang tua adalah sebab adanya kita di dunia ini, mulai dari mengandung yang kesusahan dan melahirkan dengan susah payah dengan taruhan nyawa, menyusui, merawat dan memoivasi kita sampai sekarang ini, mendidik kita dengan kasih sayang di rumah, menyekolahkan kita   di umum dan madrasah untuk bekal kita menjalani kehidupan di dunia hasanah dan di akhirat hasanah. oleh sebab itu kita harus berbhakti kepada kedua orang tua kita terutama ibu. Hal ini termaktub dalam QS. Al Ahqaf: 15 وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ “ Dan Kami perintahkan kepada manusia aga...

Kafire Dewe Monggo di bukake