Berbhakti kepada Kedua Orang Tua
Orang tua adalah sebab adanya kita di dunia ini, mulai dari mengandung yang kesusahan dan melahirkan dengan susah payah dengan taruhan nyawa, menyusui, merawat dan memoivasi kita sampai sekarang ini, mendidik kita dengan kasih sayang di rumah, menyekolahkan kita di umum dan madrasah untuk bekal kita menjalani kehidupan di dunia hasanah dan di akhirat hasanah. oleh sebab itu kita harus berbhakti kepada kedua orang tua kita terutama ibu. Hal ini termaktub dalam QS. Al Ahqaf: 15
وَوَصَّيْنَا
الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ
كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ
اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ
نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ
صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ
وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar
berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah
payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai
menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah
dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah
aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan
kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang
Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak
cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang
muslim.”
Allah mewasiatkan kepada umat manusia agar berbuat baik kepada kedua orang
tua. Dan Kami telah mewasiatkan, terutama kepada Ibunya yang telah mengandungnya dengan susah
payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung sampai
menyapihnya yang sempurna adalah selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia,
sang anak itu telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, merupakan
usia yang menunjukkan kesempurnaan bagi perkembangan jasmani dan rohani
manusia, maka dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat
mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua
orang tuaku dan berilah aku kemampuan agar aku dapat berbuat kebajikan yang
Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir turun temurun sampai
kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau atas segala dosa-dosaku
dan sungguh, aku termasuk orang muslim, yang tunduk patuh dan berserah diri
kepada Allah.
Anak yang sudah mencapai kedewasaan dalam berfikir dan usaha, maka wajib
anak tersebut membahagiakan orang tuanya, memenuhi kebutuhannya, perhatian
padanya, dan mendoakan yang terbaik pada orang tuanya yaitu kasih sayang Tuhan,
sebagai mana orang tua merawatnya mulai dari kecil sampai dewasa. Orang tua
yang merawat kita dengan cinta kasih sayang terutama ibu yang mengandung, melahirkn,
menyusui, memandikan, menyuapi, menjaga dan mendoakan terbaik untuk anaknya. Oleh
sebab itu kita harus berbhakti kepada orang tua terutama ibu, hal ini sesuai
dengan sabda kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW.
عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ
النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ
قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ
Dari Abu
Hurairah radliallahu `anhu dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam sambil berkata; "Wahai Rasulullah,
siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?" beliau
menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?"
beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi; "kemudian siapa
lagi?" beliau menjawab: "Ibumu." Dia bertanya lagi;
"Kemudian siapa?" dia menjawab: "Kemudian ayahmu." (HR.
Bukhari) [No. 5971 Fathul Bari]
Kemudian Allah menegaskan tentang pengabdian/ ibadah hanya kepada Allah dan
pengabdian berikutnya adalah kepada orang tuanya. Hal ini seseuai dengan
FirmanNya di dalam QS. Al Isra’: 23-24
وَقَضَى رَبُّكَ
أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ
عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا
تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ
الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّي ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
(24
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan
supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada
ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau
kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali
janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu
membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan
rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan
ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka
berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al Isra: 23-24).
Allah menegaskan alam ayat tersebut bahwasanya, manusia hanya wajib ibadah/
menyembah Allah saja dan wajib ta’at dan patuh pada perintah Allah dan menjauhi
laranganNya. Apa yang diperintahkan Allah dalam ayat tersebut adalah kita harus
berbhakti kepada orang tua sampai mereka menutup mata. Dan kita dilarang
mengucapkan kata “ah” kepada orang tua kita apabila kita di suruh atau di
nasehati oleh mereka, kita mengucapkan “ah” saja tidak boleh apalagi kita
membentaknya. Na’udzubillah...
Kita perlakukan orang tua kita sebaik mungkin, katakan pada mereka dengan
perkataan yang mulia, perkataan dan perlakuan yang menyejukkan hati mereka. Dan
selain kita berbhakti sebaik mungkin pada orang tua, juga kita doakan yang
terbaik kepada mereka :
رَّبِّ
اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً
“Ya Allah,
ampunilah dosa ku dan dosa kedua orang tua ku. Kasihanilah mereka sebagaimana
mereka mengasihi aku sewaktu masih kecil.”
Amin
Amin
BalasHapus