NAZA’ PROSES KEMATIAN SEORANG HAMBA ADA YANG SULIT ADAPULA YANG SANGAT MUDAH Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah
NAZA’ adalah Kondisi Bingung Seseorang Hamba dalam Proses Kematiannya
Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan berproses menuju kematiannya,
setiap yang hidup pasti mati Kullu Nafsin Dza Iqatul Maut , namun
dalam proses kematian seseorang ada yang sulit ada pula yang mudah, itu semua
tergantung pada amal perbuatannya selama ia hidup diatas dunia. Di dalam proses
kematian atau sakaratul maut ada kondisi dimana seseorang itu merasa kebingungan,
kondisi ini dinamakan NAZA’. Pada kondisi Naza’ ini antara keimanan dan syetan
(iblis) berperang, Jihad Iman betul-betul sekuat tenaga dibutuhkan oleh seorang
hamba agar bisa selamat dalam perjalanan kematian dari para pembegal iman yaitu
syetan (iblis).
Pengajian Viral 2022. Tafsir Genius Surah An
Nazi'at : 1-14| Gus ion | Pengasuh PonPes AGUNG Al Mubarok Malang Indonesia.
بِسْمِ اللّٰهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالنّٰزِعٰتِ
غَرْقًاۙ – ١
“Demi Naza’ seorang hamba yang Sulit”
Orang yang kafir, musyrik dan durhaka kepada Allah
dan RasulNya, maka tatkala Naza’ mereka kesulitan dalam proses kematiannya
(sakaratul maut)
وَّالنّٰشِطٰتِ
نَشْطًاۙ – ٢
“Demi Naza’ seorang hamba yang Sangat Mudah Semudah –mudahnya”
Orang yang Soleh
Solehah dan beramal baik, mereka tatkala naza’ mudah bahkan sangat mudah sekali
وَّالسّٰبِحٰتِ
سَبْحًاۙ – ٣
“Demi Naza’ seorang hamba yang menjauh sejauh-jauhnya dari titik nol
kehidupan”
Orang yang menuju kematian ia menjauh dari titik nol kehidupan, karena
sebetulnya manusia itu semenjak ia hidup sudah berproses menjauh dari titik nol
kehidupan dan mendekat ke titik kematian.
فَالسّٰبِقٰتِ
سَبْقًاۙ – ٤
“Maka berlomba-lombalah seorang hamba dalam proses Naza’ “
Dalam proses kematian seseorang ada yang cepat ada yang lambat seperti
dalam perlombaan ada yang cepat ada yang lambat, seolah olah yang cepat itu
pemenangnya dan yang lambat itu kalah.
فَالْمُدَبِّرٰتِ
اَمْرًاۘ – ٥
“Maka Aturlah sebaik mungkin urusan sewaktuhidup di dunia”
Oleh sebab itu mumpung kita masih diberi hidup oleh dzat maha hidup yaitu
Allah SWT, kita pergunakan hidup kita ini sebaik-baiknya. Atur kehidupan kita
di dunia sebaik-baiknya, utamakan kepentingan akhirat diatas kepentingan dunia,
tingkatkan ibadah dan amal baik kita.
يَوْمَ تَرْجُفُ
الرَّاجِفَةُۙ – ٦
“hari dimana tubuh manusia di goncang segoncangnya”
Manusia tatkala sudah sampai ajalnya, maka tubuhnya akan tergoncang
segoncangnya, ibaratkan orang tenggelam tidak bisa bernafas, maka tubuh akan
tergoncang karena paru-paru sudah tidak berfungsi seperti biasanya.
تَتْبَعُهَا
الرَّادِفَةُ ۗ – ٧
“Diikuti hentakan dari dalam jantung”
Disusul dengan hentakan berikutnya dari dalam jantung kita, karena jantung
kita sudah tidak bisa memompa darah lagi, terhenti detak jantung seketika
itulah hari kematian kita semua.
قُلُوْبٌ
يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ – ٨
“Hati semua mahkluk gemetar ketakutan”
Hati semua makhluk dalam proses kematiannya pasti gemetar ketakutan karena
sudah tidak bisa lari lagi dari waktu kematian (ajal), sesuai dengan Firman
Allah QS Al A’raf: 34
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِذَا جَاۤءَ
اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila
ajalnya tiba, maka tidak dapat dimundurkan atau dimajukan”
اَبْصَارُهَا
خَاشِعَةٌ ۘ – ٩
“Pandangan penuh kepasrahan”
Pandangan penuh kepasrahan orang yang sedang Naza’ karena sudah tidak bisa
berbuat amal kebaikan lagi, tidak bisa beribadah lagi hanya pasrah dan pasrah
terhadap apa yang terjadi. Itulah yang akan dialami seseorang yang sedang
sakaratul maut.
يَقُوْلُوْنَ
ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ – ١٠
“Mereka berkata apakah kita akan dikembalikan seperti sedia kala/ semula”
Bagi orang yang Kafir atau musyrik tatkala peringatan tentang adanya hari
pembalasan atau tentang adanya hari kiamat mereka tidak percaya itu semua,
bahkan mereka mengejek dengan pertanyaan, Apakah bisa kita dikembalikan seperti
semula? Itulah orang yang sudah menutup hatinya dar kebenaran dikarenakan ke
angkuhan dan kesombongan mereka sehingga mereka mendustakan peringatan itu.
ءَاِذَا كُنَّا
عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ – ١١
“Ketika pada nantinya tulang-tulang sudah rapuh/ hancur”
Dan orang yang kafirpun meragukan ketika tulang belulang sudah hancur jadi
debu bisa dikembalikan seperti sediakala, itulah bukti bahwa mereka meragukan
apa yang pernah mereka yakini sebelumnya.
قَالُوْا تِلْكَ
اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ – ١٢
“berkata mereka kalau demikian ketika kita dikembalikan seperti semula rugi
kita”
Bahkan orang kafir dan musyrik itu mengejek atas peringatan itu dengan
berkata, rugi kami nanti kalo betul-betul dikembalikan seperti semula, karena
kami tidak berbuat baik dan tidak beramal soleh sewaktu hidup di dunia. Cuma memuaskan
ajakan hawa nafsu saja, bersenang-senang dan melakukan kemaksiatan kedurhakaan.
فَاِنَّمَا هِيَ
زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ – ١٣
“maka sesungguhnya mengembalikan manusia seperti semula hanya satu kali
tiupan saja”
Maka Allah SWT menjawab atas keraguan mereka itu, sesungguhnya hanya satu
kali hembusan saja maka manusia akan kembali seperti sediakala. Satu kali Kun
saja Jadi , Maka Fayakun maka jadilah.
فَاِذَا هُمْ
بِالسَّاهِرَةِۗ – ١٤
“Maka seketika itu mereka hidup kembali seperti sedia kala di kehidupn yang
baru”
Allahu ‘ala Kulli
Syaiin Qadir, Allah itu Maha Kuasa terhadap sesuatu, kalau Allah
menginginkan sesuatu maka sangat mudah bagi Allah untuk membangkitkan manusia
yang sudah mati dan sudah menjadi tulang belulang bahkan sudah jadi debu. Hanya
KUN FAYAKUN, Jadi... Maka Jadilah....
Malang, 24 Januari 2022
Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia
Gus ion
Komentar
Posting Komentar