Langsung ke konten utama

SIFAT SOMBONG WARISAN DARI IBLIS MAKA JAUHUILAH SIFAT SOMBONG AGAR MASUK SURGA NAIM Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

 Sifat Sombong Warisan dari Iblis

Manusia diciptakan oleh Allah untuk dijadikan pemimpin diatas bumi, oleh sebab itu Allah perintahkan kepada seluruh Malaikat untuk sujud kepada Manusia (Kanjeng Nabiyuna Adam AS). Kemudian seluruh Malaikat semua sujud kepada Kanjeng Nabiyuna Adam AS. Kecuali Iblis tidak mau sujud, karena iblis merasa lebih baik dan menyombongkan diri. Iblis menyombongkan dirinya makanya ia termasuk dalam golongan yang kafir.. Hal ini sesuai dengan QS. Shaad: 73-74

فَسَجَدَ الۡمَلٰٓئِکَۃُ کُلُّہُمۡ اَجۡمَعُوۡن اِلَّاۤ اِبۡلِیۡسَ ؕ اِسۡتَکۡبَرَ وَ کَانَ مِنَ الۡکٰفِرِیۡنََ

“Maka sujud para Malaikat semuanya kecuali Iblis, ia menyombongkan dirinya dan ia termasuk golongan dari yang kafir”

 

Manusia makhluk mulia, makanya seluruh malaikat sujud padanya, oleh sebab itu kita harus menjaganya dengan cara beribadah kepada Allah. Ibadah itu adalah tujuan manusia diciptakan oleh Allah, tanda syukur manusia kepada Allah SWT. Apabila manusia tidak mau bersyukur atas nikmat yang Allah berikan padanya juga termasuk kafir, tidak mau menerima petunjuk dari Allah juga kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah juga kafir.

 SIFAT SOMBONG WARISAN IBLIS

Pengajian Viral 2022. Tafsir Genius Surah 'Abasa :17-42 | Gus ion | Pengasuh PonPes AGUNG Al Mubarok Malang Indonesia



قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ - ١٧

“Kecelakaan dimiliki oleh manusia, menutupi dirinya dari petunjuk Allah (kafir)”

Apabila ada manusia yang menutup dirinya dari petunjuk Allah, berarti ia termasuk orang yang kafir, walaupun manusia itu muslim, kenapa manusia menutup dirinya dari petunjuk Allah, kebanyak manusia itu Angkuh dan Sombong. Makanya ia mendustakan ayat-ayat Allah yang sampai kepada dirinya.

مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ - ١٨

“Dari apakah Dia diciptakan?

Kemudian Allah SWT bertanya kepada manusia, kalian berlaku sombong itu ingatlah, kalian itu diciptakan dari apa???

مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ - ١٩

“Dari mani dia diciptakan, Maka disempurnakan penciptaan Manusia itu”

Kalaian itu diciptakan dari mani (sperma) yaitu air yang menjijikkan dan diberi kelebihan/ disempurnakan. Diberi penglihatan, pendengaran, penciuman dan lain sebagainya (manusia mahluk sempurna). Maka juga ditentukan taqdirnya (Jodoh, Ajal dan rejekinya)

ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ - ٢٠

“Kemudian jalannya dimudahkan”

Setelah dibentuk mahluk yang sempurna selama 9 bulan 10 hari, kemudian manusia di lahirkan kedunia dengan jalan yang mudah.

ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ – ٢١

“Kemudian manusia dimatikan, maka cepat dikuburkan”

Kemudian manusia itu di wafatkan oleh Allah sesuai dengan Takdir kematiannya yang sudah tertulis. Maka cepat dikuburkan untuk menghindari fitnah. Karena apabila tidak cepat dikuburkan orang yang sudah mati, maka akan mengeluarkan aroma busuk yang keluar dari jasadnya.

ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ - ٢٢

“Kemudian jika Allah berkehendak dibangkitkan”

Suatu hari pada waktu qiyamat hari berbangkit sudah datang, maka jika Allah berkehendak maka dibangkitkan manusia yang sudah mati (wafat)

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗۗ - ٢٣

“Jangan begitu, Manusia belum melaksanakan apa yang di perintahkan kepadanya”

Namun, Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk menjadikan dirinya manusia yang bertaqwa, mengerjakan apa yang telah diperintahkan dan menjauhui apa yang di larang oleh Allah SWT. Allah menunggu agar seluruh manusia menjadi seorang yang bertaqwa. Yang mana orang yang bertaqwa itu akan diberi jalan keluar dari permasalahannya dan diberi rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Kemudian tatkala di akherat di masukkan ke dalqam surga bersama hamba-hambanya yang soleh solehah.

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ - ٢٤

“Maka lihatlah wahai manusia, apa yang ia makan”

Oleh sebab itu, jikalau ingin menjadi hamba Allah yang Soleh Solehah (Muttaqin), maka perhatikan wahai manusia terhadap apa yang kalian makan (halal dan haramnya)

اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ - ٢٥

“Kami telah mencurahkan air (hujan) se deras-derasnya”

Rejeki sudah di takdirkan dan dijamin oleh Allah, tergantung cara kita mendapatkannya, dengan cara halal atau dengan cara yang haram. Karena Allah yang mencurahkan Air hujan dengan lebat dari langit.

ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ – ٢٦

“Kemudian Kami belah bumi/ serapan dengan sebaik-baiknya serapan”

Kemudian Allah yang membuat jalur atau jalan atas air (rejeki) yang ia berikan kepada hamba-hambanya.

فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ - ٢٧

“Maka  Kami tumbuhkan dari dalam tanah biji-bijian”

Dari air hujan yang di serap oleh tanah (bumi) maka Allah tumbuhkan dari dalam tanah itu biji-bijian. Jadi Allah menumbuhkan pohon-pohon dan dengan pohon yang subur dan rindang itu di hasilkan berbagai macam buah.

وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ - ٢٨

“Dan buah anggur dan sayur-sayuran”

 

وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ - ٢٩

“Dan buah zaitun dan kurma”

 

وَّحَدَاۤئِقَ غُلْبًا - ٣٠

“Dan kebun-kebun yang rindang/ lebat”

 

وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا - ٣١

“Dan buah-buahan dan rerumputan”

 

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ - ٣٢

“Kesenangan bagi kalian dan untuk hewan-hewan ternak kalian”

Rejeki (nikmat ) yang Allah berikan kepada kita, berupa buah-buahan, sayur-sayuran, rerumputan dan pepohonan semua itu untuk kesenangan manusia. Apakah ia bersyukur atau kufur? Jangan sampai kita terlena atas kesenangan yang ada dikehidupan dunia. Karena kesenangan di atas dunia ini hanya fatamorgana yang menipu kita, sehingga kita lalai kepada apa yang telah Allah tugaskan kepada kita.

فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ ۖ - ٣٣

“Maka apabila datang suara yang memekakkan kuping (tiupan sangkakala)”

Maka tatkala datang suara dari tiupan sangkakala, petanda bahwa hari akhir telah tiba, sesuai dengan apa yang telah Allah janjikan kepada kita, tentang kebenaran datangnya hari akhir (perhitungan). Dimulai dari kiamat sughra (kematian kita) sampai kiamat kubra (hancurnya alam jagad semesta)

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ - ٣٤

“Pada hari itu lari manusia dari saudaranya”

 

وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ - ٣٥

“Dan dari ibunya dan bapaknya”

 

وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ - ٣٦

“Dan dari istrinya dan anak-anaknya”

 

لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ - ٣٧

“Setiap orang dari mereka pada hari itu urusannya menyibukkan dirinya”

 

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ مُّسْفِرَةٌۙ - ٣٨

“Wajah Pada hari itu ceria/ bercahaya)”

 

ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ ۚ - ٣٩

“Tertawa, riang gembira”

 

وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌۙ - ٤٠

“Dan ada pula wajah yang diatasnya debu (suram)”

 

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ۗ - ٤١

“Tertutup wajahnya  kegelapan (kesuraman ketakutan)”

 

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ ࣖ - ٤٢

“Mereka itulah golongan orang kafir yang durhaka”

Tatkala hari akhir telah tiba, maka kebanyakan manusia disibukkan dengan urusan masing-masing, memikirkan kehidupan yang akan datang yang bakal dilewati, memikirkan dosa-dosa, memikirkan perbuatan buruk yang dilakukan, memikirkan sifat buruh yang disebabkan oleh penyakit hati dan belum sempat intropeksi diri dan belum ditaubati sehingga ketakutan yang selalu menghantui, sehingga banyak pada hari itu manusia lari dari saudaranya, lari dari ibu bapaknya, lari dari istri dan anak-anaknya. Sehingga pada hari itu ada wajah yang ceria, bercahaya dan riang gembira itulah orang yang Bertaqwa, namun ada pula wajah yang suram tertunduk penuh dengan penyesalan dan ketakutan itulah orang yang kafir dan durhaka.

Semoga kita dijadikan oleh Allah orang yang Muttaqin (orang yang bertaqwa) dan ditakdirkan oleh Allah meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah. Amin

Malang, 28 Januari 2022

Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Gus ion

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

  ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI KEPADA ALLAH Ulama adalah orang yang pakar dalam bidangnya atau orang yang ahli dalam bidangnya. Siapapun yang ahli dalam bidangnya ia disebut dengan ulama. Menurut Salah satu Mursyid Thariqah Anfusiyah berpendapat bahwa seorang dokter, ahli biologi, ahli ekonomi, ahli fisika itu juga disebut ulama, bukan hanya seorang yang ahli di dalam agama seperti Kiyai, abuya, syech dan lain sebagainya. Seorang ulama dengan keahliannya itu yang membuat dirinya bertambah takut bertambah cinta kepada Allah. Misalnya seorang peneliti (dokter) meneliti tentang nyamuk, ternyata seorang ahli akan menemukan di dalam nyamuk terdapat jantung dan alur pernafasan dari seekor nyamuk, tidak berhenti disitu, di dalam nyamuk ada kuman yang hidup, kuman yang hidup itu juga memiliki jantung sehingga kuman itu hidup, dan di dalam kuman itu ada virus yang banyak, ternyata di dalam virus itu juga ada kehidupan yang pastinya mempunyai jantung. Penemuan inilah yang membuat seorang ahl...

Kafire Dewe Monggo di bukake