Bersyukurlah Maka Engkau Bahagia
Cita-cita kita adalah bagaimana kita mencapai kebahagiaan, hidup damai,
sejahtera dan selamat dari dunia sampai akhirat. Bagaimana caranya untuk
mencapai kebahagiaan itu? Kita sebagai manusia harus bisa menyadari bahwa kita
hidup di atas dunia ini adalah ujian. Perlu kita ketahui bahwasanya ujian itu
ada dua yaitu ujian dengan kesenangan (rejeki melimpah) dan kesedihan (rejeki
serret). Kalau kita sadar, bahwa ujian itu ada kesenangan dan kesedihan, maka
kita harus mempunyai ilmu dan mental yang kuat untuk menghadapi dan mejalani
kehidupan di dunia ini.
Ilmu kita dapatkan dengan cara mengaji dan mental yang kuat kita dapatkan
dengan meningkatkan iman kita caranya meningkatkan ibadah kita, dan tambahan
ibadah khususnya di malam hari (Qiyamul Lail). Hal ini dilakukan agar Allah
menguatkan Iman kita dengan menjadikan Qiyamul lail sebagai perisai dari
kemaksiatan dan perbuatan dosa.
Yakinlah kita sebagai manusia bahwasanya iman kita akan membimbing kita ke
jalan yang lurus, jalan para Rasul, Nabi, wali dan Shalihin yang penuh
kenikmatan, baik di dunia maupun di akhirat. Setiap ada ujian dari Allah dalam
hal kesedihan, yakinlah bahwasanya kesedihan itu akan berlalu seperti
berlalunya malam hari setelah datangnya Fajar. Dengan kita meningkatkan
keimanan, maka Allah akan memberi kemudahan dengan semudah-mudahnya dengan
memberikan jalan keluar dan memeberikan rejeki seluas-luasnya kepada hambanya
yang beriman dan bertaqwa.
Agar kita diberi jalan keluar oleh Allah, jangan sekali-kali kita
mendustakan terhadap apa yang disampaikan oleh Allah baik lewat Al Quran dan
para Rasul (nabi) yang diterskan oleh para pewarisnya yaitu para Ulama. Sudah banyak
contoh yang telah berlalu baik pribadi atau berjamaah orang-orang terdahulu seperti
Kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan Raja Fir’aun. Semuanya dibinasakan oleh Allah karena
telah mendustakan Ayat-ayat Allah yang disampaikan oleh Para rasul dan nabinya.
Bersyukurlah maka engkau akan bahagia sesuai QS. Ibrahim: 7
لَئِن شَكَرْتُمْ
لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ ٌ
“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami
akan menambah (nikmat) kepada kalian”
Nikmat disini
adalah Tambahan kebaikan atau tambahan Kebahagiaan sering disebut dengan
BERKAH. Namun apabila sebaliknya, Manusia
mendustakan nikmat Allah (kufur Nikmat), maka Allah akan mengAdzabnya, sesuai
dengan QS. Ibrahim:7
وَلَئِن
كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيد
“dan jika kalian Kufur nikmat, maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih”
Maksud dari adzabku amat pedih disini adalah kelakuan kita yang angkuh,
sombong dan mendustkan nikmat Allah, membuat manusia hidupnya tidak akan
tenang, damai dan tidak akan bahagia. Jadi kunci dari kebahagian disini adalah
BERSYUKURLAH AGAR ENGKAU DIBAHAGIAKAN OLEH ALLAH SWT.
Pengajian Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah
Indonesia | Surah Al Fajr :1-14 |Gus ion
|
PP AGUNG AL MUBAROK Malang Indonesia
بِسْمِ اللّٰهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالْفَجْرِۙ - ١
“Demi fajar”
وَلَيَالٍ
عَشْرٍۙ - ٢
“demi malam yang
sepuluh”
وَّالشَّفْعِ
وَالْوَتْرِۙ - ٣
“Demi yang genap
dan yang ganjil”
وَالَّيْلِ اِذَا
يَسْرِۚ - ٤
“Demi malam
ketika pergi”
هَلْ فِيْ ذٰلِكَ
قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ - ٥
“Apakah di dalam
hal demikian itu (4 Sumpah Qasam Allah )terdapat pelajaran bagi orang-orang
yang berakal?”
اَلَمْ تَرَ
كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ - ٦
“Tidakkah memperhatikan bagaimana berbuat Rabb mu (Ya Muhammad) terhadap
(kaum) ‘Ad?
اِرَمَ ذَاتِ
الْعِمَادِۖ - ٧
“(yaitu)
penduduk Iram (ibu kota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi”
الَّتِيْ لَمْ
يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ - ٨
“(bangunan
tinggi) yang belum pernah diciptakan seperti itu di negeri-negeri lain”
وَثَمُوْدَ
الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ - ٩
“Dan (terhadap)
kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah”
وَفِرْعَوْنَ ذِى
الْاَوْتَادِۖ - ١٠
“Dan (terhadap)
Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (PIRAMIDA)”
الَّذِيْنَ
طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ - ١١
“ (‘Ad, Tsamut
dan Fir’aun) Orang-orang yang sewenang-wenang dalam negeri”
فَاَكْثَرُوْا
فِيْهَا الْفَسَادَۖ - ١٢
“Maka banyak mereka
(masyarakat) dalam negeri itu berbuat Kerusakan”
فَصَبَّ
عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ - ١٣
“Maka Menimpakan
atas mereka , Tuhanmu (Ya Muhammad) Cambuk adzab”
اِنَّ رَبَّكَ
لَبِالْمِرْصَادِۗ - ١٤
“Sungguh,
Tuhanmu benar-benar mengawasi”
Malang, 20 Februari 2022
Pon Pes Agung Al Mubarok Malang
Indonesia
Budiyono Santoso (Gus ion)
Komentar
Posting Komentar