Langsung ke konten utama

BADAI PASTI BERLALU Bersyukurlah Maka Engkau Bahagia Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

 Bersyukurlah Maka Engkau Bahagia

BADAI PASTI BERLALU

Cita-cita kita adalah bagaimana kita mencapai kebahagiaan, hidup damai, sejahtera dan selamat dari dunia sampai akhirat. Bagaimana caranya untuk mencapai kebahagiaan itu? Kita sebagai manusia harus bisa menyadari bahwa kita hidup di atas dunia ini adalah ujian. Perlu kita ketahui bahwasanya ujian itu ada dua yaitu ujian dengan kesenangan (rejeki melimpah) dan kesedihan (rejeki serret). Kalau kita sadar, bahwa ujian itu ada kesenangan dan kesedihan, maka kita harus mempunyai ilmu dan mental yang kuat untuk menghadapi dan mejalani kehidupan di dunia ini.

Ilmu kita dapatkan dengan cara mengaji dan mental yang kuat kita dapatkan dengan meningkatkan iman kita caranya meningkatkan ibadah kita, dan tambahan ibadah khususnya di malam hari (Qiyamul Lail). Hal ini dilakukan agar Allah menguatkan Iman kita dengan menjadikan Qiyamul lail sebagai perisai dari kemaksiatan dan perbuatan dosa.

Yakinlah kita sebagai manusia bahwasanya iman kita akan membimbing kita ke jalan yang lurus, jalan para Rasul, Nabi, wali dan Shalihin yang penuh kenikmatan, baik di dunia maupun di akhirat. Setiap ada ujian dari Allah dalam hal kesedihan, yakinlah bahwasanya kesedihan itu akan berlalu seperti berlalunya malam hari setelah datangnya Fajar. Dengan kita meningkatkan keimanan, maka Allah akan memberi kemudahan dengan semudah-mudahnya dengan memberikan jalan keluar dan memeberikan rejeki seluas-luasnya kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa.

Agar kita diberi jalan keluar oleh Allah, jangan sekali-kali kita mendustakan terhadap apa yang disampaikan oleh Allah baik lewat Al Quran dan para Rasul (nabi) yang diterskan oleh para pewarisnya yaitu para Ulama. Sudah banyak contoh yang telah berlalu baik pribadi atau berjamaah orang-orang terdahulu seperti Kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan Raja Fir’aun. Semuanya dibinasakan oleh Allah karena telah mendustakan Ayat-ayat Allah yang disampaikan oleh Para rasul dan nabinya.

Bersyukurlah maka engkau akan bahagia sesuai QS. Ibrahim: 7

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ ٌ

“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian”

Nikmat disini adalah Tambahan kebaikan atau tambahan Kebahagiaan sering disebut dengan BERKAH.  Namun apabila sebaliknya, Manusia mendustakan nikmat Allah (kufur Nikmat), maka Allah akan mengAdzabnya, sesuai dengan QS. Ibrahim:7

وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيد

“dan jika kalian Kufur nikmat, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

Maksud dari adzabku amat pedih disini adalah kelakuan kita yang angkuh, sombong dan mendustkan nikmat Allah, membuat manusia hidupnya tidak akan tenang, damai dan tidak akan bahagia. Jadi kunci dari kebahagian disini adalah BERSYUKURLAH AGAR ENGKAU DIBAHAGIAKAN OLEH ALLAH SWT.

Pengajian Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia | Surah Al Fajr  :1-14 |Gus ion |

PP AGUNG AL MUBAROK Malang Indonesia


 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالْفَجْرِۙ - ١

“Demi fajar”

 

وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ - ٢

“demi malam yang sepuluh”

 

وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ - ٣

“Demi yang genap dan yang ganjil”

 

وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ - ٤

“Demi malam ketika pergi”

 

هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ - ٥

“Apakah di dalam hal demikian itu (4 Sumpah Qasam Allah )terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal?”

 

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ - ٦

“Tidakkah memperhatikan  bagaimana berbuat Rabb mu (Ya Muhammad) terhadap (kaum) ‘Ad?

 

اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ - ٧

“(yaitu) penduduk Iram (ibu kota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi”

 

الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ - ٨

“(bangunan tinggi) yang belum pernah diciptakan seperti itu di negeri-negeri lain”

 

وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ - ٩

“Dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah”

 

وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ - ١٠

“Dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (PIRAMIDA)”

 

الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ - ١١

“ (‘Ad, Tsamut dan Fir’aun) Orang-orang yang sewenang-wenang dalam negeri”

 

فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ - ١٢

“Maka banyak mereka (masyarakat) dalam negeri itu berbuat Kerusakan”

 

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ - ١٣

“Maka Menimpakan atas mereka , Tuhanmu (Ya Muhammad) Cambuk adzab”

 

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ - ١٤

“Sungguh, Tuhanmu benar-benar mengawasi”

 

Malang, 20 Februari 2022

Pon Pes Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Budiyono Santoso (Gus ion)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

  ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI KEPADA ALLAH Ulama adalah orang yang pakar dalam bidangnya atau orang yang ahli dalam bidangnya. Siapapun yang ahli dalam bidangnya ia disebut dengan ulama. Menurut Salah satu Mursyid Thariqah Anfusiyah berpendapat bahwa seorang dokter, ahli biologi, ahli ekonomi, ahli fisika itu juga disebut ulama, bukan hanya seorang yang ahli di dalam agama seperti Kiyai, abuya, syech dan lain sebagainya. Seorang ulama dengan keahliannya itu yang membuat dirinya bertambah takut bertambah cinta kepada Allah. Misalnya seorang peneliti (dokter) meneliti tentang nyamuk, ternyata seorang ahli akan menemukan di dalam nyamuk terdapat jantung dan alur pernafasan dari seekor nyamuk, tidak berhenti disitu, di dalam nyamuk ada kuman yang hidup, kuman yang hidup itu juga memiliki jantung sehingga kuman itu hidup, dan di dalam kuman itu ada virus yang banyak, ternyata di dalam virus itu juga ada kehidupan yang pastinya mempunyai jantung. Penemuan inilah yang membuat seorang ahl...

Kafire Dewe Monggo di bukake