JADIKAN HATIMU BAITULLAH
Berbicara tentang
hati, kanjeng nabiyuna Muhammad SAW memberi penjelasan kepada kita di dalam
hadistnya yang soheh.
ألا وإن في الجسد
مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي القلب
”
Ketahuilah bahwa
didalam tubuh [manusia] terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah
seluruh tubuh. Dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Maka ketahuilah
bahwa segumpal daging itu adalah hati ” (HR Bukhori dan Muslim)
Jadi apabila hati manusia itu
baik maka perbuatannya akan baik, namun apabila hati manusia itu buruk maka
perbuatannya akan buruk pula. Agar hati kita baik maka jadilah orang yang
beriman dengan meningkatkan keimanan kita dengan mengerjakan apa yang
diperintahkan dan menjauhi apa yang di larang oleh Allah. Jikalau hati itu
memberi petunjuk ke arah kebaikan maka hati seorang itulah yang dinamakan
Qalbun Mukminin.
Qalbun mukminin itu adalah Baitullah,
yang selalu memberi petunjuk kepada manusia, menjadi pusat manusia. Sesuai dengan
Firman Allah SWT QS Al Imran: 96
اِنَّ اَوَّلَ
بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى
لِّلْعٰلَمِيْنَۚ
“Sesungguhnya rumah (Baitullah) pertama yang dibangun
untuk manusia, ialah (Ka’bah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi
petunjuk bagi seluruh alam”
Jadi Baitullah (Ka’bah) yang
pertama kali itu di letakkan pada manusia, yang mana Baitullah (Ka’bah) adalah
wadah atau tempat menampung dari keluh kesah manusia, yang diberkahi oleh Allah
dengan memberikan kebaikan dan tambahan kebaikan ialah yang dinamakan hati
(qalbi). Hati ini memberi petunjuk kepada manusia. Dengan memberi dua pilihan
(petunjuk) yaitu ke jalan kebaikan dan ke jalan keburukan.
Semoga Allah jadikan Hati (Qalbi)
kita hati yang beriman, yaitu Qalbun Mukminin Baitullah. Amin. Wallahu A’lam
Pengajian Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah
Indonesia | Surah Al Balad :1-9 |Gus ion
|
PP AGUNG AL MUBAROK Malang Indonesia
بِسْمِ اللّٰهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
لَآ اُقْسِمُ
بِهٰذَا الْبَلَدِۙ - ١
“Aku (Allah) bersumpah demi negeri ini (Mekah)”
وَاَنْتَ حِلٌّۢ
بِهٰذَا الْبَلَدِۙ - ٢
“Dan bersumpah demi engkau (Muhammad), bertempat
di Negeri (Mekah) ini”
وَوَالِدٍ وَّمَا
وَلَدَۙ - ٣
“Dan bersumpah demi bapak dan demi anak”
لَقَدْ خَلَقْنَا
الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ - ٤
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada
dalam susah payah (lemah)”
اَيَحْسَبُ اَنْ
لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ - ٥
“Apakah manusia mengira bahwa tidak ada sesuatu
pun yang berkuasa atasnya?”
يَقُوْلُ
اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ - ٦
“Manusia (Sombong) mengatakan, “Aku telah
menghabiskan harta yang banyak.”
اَيَحْسَبُ اَنْ
لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ - ٧
“Apakah Manusia mengira bahwa tidak ada sesuatu
pun yang melihatnya?”
اَلَمْ نَجْعَلْ
لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ - ٨
“Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang
mata”
وَلِسَانًا
وَّشَفَتَيْنِۙ - ٩
“Dan lidah dan 2 bibir”
وَهَدَيْنٰهُ
النَّجْدَيْنِۙ - ١٠
“Dan Kami telah memberi petunjuk dua jalan
(kebajikan dan kejahatan)”
Malang, 22 Februari 2022
Pon Pes Agung Al Mubarok Malang Indonesia
Budiyono Santoso (Gus ion)
Komentar
Posting Komentar