Langsung ke konten utama

KAYA ITU BUKAN KETIKA KITA MAMPU MEMBELI, TAPI KETIKA KITA MAMPU MEMBERI

 Kaya Itu Bukan Ketika Kita Mampu Membeli, Tapi Ketika Kita Mampu Memberi

Kaya menurut penafsiran kebanyakan orang identik dengan mempunyai harta yang banyak. Seseorang dikatakan Kaya apabila mempunyai harta yang melimpah, kaya raya dengan dibuktikan mempunyai rumah yang besar, mempunyai banyak real estate (villa, coutage dan hotel), mobil yang mewah, apapun yang diinginkan dapat dibelinya dan dapat dimilikinya. Itu arti dari kaya pada umumnya.

Orang-orang pada umumnya, berusaha dan bekerja keras agar dapat menjadi kaya, karena menurut mereka dengan kekayaan itulah mereka akan bahagia dan bisa memiliki semua apa yang diinginkannya. Sehingga apabila orang itu diberi harta yang melimpah (nikmat harta) mereka merasa senang dan beranggapan bahwa Tuhannya (Allah) memuliakannya. Namun apabila sebaliknya, ketika usaha kerasnya tidak membuahkan hasil alias rejekinya serret, mereka berkata Tuhannya (Allah) telah menghinakannya. Hal ini sesuai dengan QS. Al Fajr: 5-16

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

“Maka Adapun manusia apabila Tuhan (Allah) mengujinya dengan dimuliakannya dan diberi Nikmat (Kekayaan), maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku” dan adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rejekinya (Miskin/ Serret) maka dia berkata: “Tuhanku telah menghinakanku“.





Adapun kaya menurut Kanjeng Nabiyuna Muhammad di dalam hadist yang shohih:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Bukanlah kekayaan itu karena banyak hartanya, akan tetapi kekayaan itu adalah kaya hatinya (jiwa)”

Menurut kanjeng Nabiyuna Muhammad bahwa kaya itu bukan dari banyak hartanya, namun yang dinamakan kaya yaitu kaya hatinya. Kaya hati disini bahwa orang yang beriman itu tidak meletakkan hartanya di dalam hatinya, namun orang mukmin itu meletakkan hartanya di tanganya. Jadi sangat mudah orang mukmin itu mengeluarkan hartanya untuk kemaslahatan orang lainnya. Karena hatinya dipenuhi dan dikayakan dengan Cinta kepada Allah SWT.

Hal ini (Kaya Hati) dipertegas oleh doa kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW yang berbunyi:

اللهم أحيني مسكينا وأمتني مسكينا واحشرني في زمرة المساكين

Allahumma Ahyini Miskinan, Wa Amitni Miskinan, Wahsyurni Fi Zumratil Masaakin

"Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan Miskin dan matikanlah aku dalam keadaan Miskin dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam golongan orang-orang yang Miskin"

Miskin yang di maksud oleh kanjeng Nabiyuna Muhammad menurut Mursyid Thariqah Anfusiyah adalah Miskin Keinginan dari menuruti hawa nafsu. Jadi kesimpulannya, semakin orang itu Kaya Keinginan (menuruti hawa nafsu) sebenarnya orang itu Miskin yang nyata, namun sebaliknya apabila orang itu Miskin Keinginan (tidak menuruti hawa nafsunya) hakekatnya orang itu Kaya yang sebenarnya. Semoga kita dikayakan oleh Allah Kaya Harta dan Kaya Hati, Amin. Wallahu A’lam

Kaya Itu Bukan Ketika Kita Mampu Membeli, Tapi Ketika Kita Mampu Memberi

 

Malang, 25 Februari 2022

Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Budiyono Santoso (Gus ion)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

  ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI KEPADA ALLAH Ulama adalah orang yang pakar dalam bidangnya atau orang yang ahli dalam bidangnya. Siapapun yang ahli dalam bidangnya ia disebut dengan ulama. Menurut Salah satu Mursyid Thariqah Anfusiyah berpendapat bahwa seorang dokter, ahli biologi, ahli ekonomi, ahli fisika itu juga disebut ulama, bukan hanya seorang yang ahli di dalam agama seperti Kiyai, abuya, syech dan lain sebagainya. Seorang ulama dengan keahliannya itu yang membuat dirinya bertambah takut bertambah cinta kepada Allah. Misalnya seorang peneliti (dokter) meneliti tentang nyamuk, ternyata seorang ahli akan menemukan di dalam nyamuk terdapat jantung dan alur pernafasan dari seekor nyamuk, tidak berhenti disitu, di dalam nyamuk ada kuman yang hidup, kuman yang hidup itu juga memiliki jantung sehingga kuman itu hidup, dan di dalam kuman itu ada virus yang banyak, ternyata di dalam virus itu juga ada kehidupan yang pastinya mempunyai jantung. Penemuan inilah yang membuat seorang ahl...

Kafire Dewe Monggo di bukake