MENUJU PUNCAK KERIDHAAN BERSAMA RASULULLAH
Allah menciptakansesuatu (makhluknya) selalu berpasang-pasangan, siang dan
malam, laki-laki dan perempuan, kaya dan miskin, senang dan susah,. Hal ini
sesuai dengan firman Allah QS. Adz Dzariyat: 49
وَمِنْ كُلِّ
شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ - ٤٩
"Dan dari segala
sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat Allah."
Begitupun petunjuk dari Allah ada yang di ridhai adapula yang tidak di
ridhai. Petunjuk Allah yang di ridhai akan mengangkat derajat manusia ke puncak
ke ridhaan dari Allah, apabila manusia memilih jalan yang tidk di ridai Allah,
maka mereka memilih jalan yang menurun yaitu jalan menuju kehancuran dan
kebinasaan.
Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang beriman dan mempunyai ilmu
pengetahuan menuju puncak keridhaan Allah, sesuai dengan QS. Al Mujadalah: 11
يَرْفَعِ اللّٰهُ
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ
“Allah akan
mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu beberapa derajat”
Jalan menuju puncak keridhaan Allah itu antara lain:
1.
Membebaskan diri ini dari perbudakan hawa nafsu, agar kita manusia bisa mencapai puncak
keridhaan (kebahagiaan) dari Allah salah satunya harus bisa membebaskan diri
dari perbudakan hawa nafsu, jangan sampai kita di perbudak oleh hawa nafsu
kita. Karena hawa nafsu kita mendorong kepada jalan keburukan yaitu jalan menuju
ke hancuran dan kebinasaan. Sesuai dengan QS. Yusuf: 53
اِنَّ النَّفْسَ
لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ
“Sesungguhnya
nafsu itu selalu mendorong kepada keburukan (kejahatan)”
2.
Memberi makan pada saat (hari) banyak orang yang
kelaparan, kalau yang
terjadi pada saat ini lapar fisiknya maka kita beri mereka makanan dan minuman.
Namun pada kenyataannya yang terjadi saat ini adalah banyak orang yang lapar
dan haus bathinnya, maksudnya banyak orang yang lapar dan haus akan kebahagiaan
dan ketenangan jiwa (bathin). Banyak orang yang bekerja keras agar mendapatkan
kekayaan yang melimpah, dikira dengan kekayaan yang melimpah dapat membuat
dirinya dan keluarganya bahagia kenyataannya yang mereka dapatkan adalah
kepahayahan dan kesusahan.
Bagaimana caranya agar dapat membahagiaan diri ini
dan orang lain? Dengan cara memberi makanan bathin kita berupa dzikir kepada
allah SWT. Karena hanya dengan mengingat Allah (Dzikir) maka bathin kita akan
Tenang (bahagia). Sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ar Ra’dh: 28
الَّذِينَ
آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ
تَطْمَئِنُّ الْقُلُوب
“Orang-orang yang beriman dan hati
mereka menjadi tenang (bahagia) dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allah hati menjadi tenang (bahagia)."
3.
Memberi makan yang utama pada Yatim yang dekat, yaitu memberi makanan, keamanan, kasih
sayang dan santunan pada anak yatim yang terdekat dengan kita.yang di maksud
yatim disini adalah kanjeng nabiyuna Muhammad SAW. Karena beliaulah yatim yang
sangat dekat dengan kita. Sesuai dengan firrman Allah QS. Al Hujurat: 7
وَاعۡلَمُوۡۤا
اَنَّ فِيۡكُمۡ رَسُوۡلَ اللّٰهِؕ
“Tahukan kalian, bahwa di dalam jiwa kalian ada
Rasulullah”
4.
Memberi makan Orang Miskin yang membutuhkan, orang miskin disini adalah orang yang terlalu
banyak keinginan dan menuruti keinginan hawa nafsunya. Agar mereka bisa bahagia
kita sebagai orang yang beriman maka kita wajib memberi nasehat tentang
kesabaran dan kasih sayang. Misalkan ada saudara kita melakukan dosa dan
maksiat dalam memenuhi keinginan hawa nafsunya menghalalkan berbagai macam
cara, kita sebagai saudara bagi sesama orang mukmin maka wajib kepada kita
orang yang beriman unuk menasehatinya dalam kesabaran, kebenaran dengan cara
kasih dan sayang. Minimal kita mintakan petunjuk kepada Allah agar mereka yang
berbuat dosa disadarkan dan kembali pada jalan kebenaran yang diridhai allah
SWT. Wallahu a’lam
Kita sesama mukmin BERSAUDARA
Pengajian Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah
Indonesia | Surah Al Balad :11-20 |Gus
ion |
PP AGUNG AL MUBAROK Malang Indonesia
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ - ١١
“Maka (Manusia) tidak menuju puncak
(keridhaan Allah)?
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ - ١٢
“Dan tahukah engkau (ya
Muhammad) apa menuju
Puncak (Keridhaan Allah) itu?
فَكُّ رَقَبَةٍۙ - ١٣
“(yaitu) melepaskan perbudakan “
اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ -
١٤
“Atau memberi makan pada hari terjadi
kelaparan,
يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ - ١٥
“(kepada) anak yatim yang dekat”
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ - ١٦
“Atau orang miskin yang sangat membutuhkan”
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ - ١٧
“Kemudian dia termasuk dari orang-orang yang beriman dan nasehat
menasehati dalam kesabaran dan kasih sayang.
اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ - ١٨
“Mereka (orang-orang yang beriman dan nasehat
menasehati) adalah
golongan kanan”
وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ
اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ - ١٩
“Dan orang-orang yang kafir kepada
ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri”
عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ ࣖ - ٢٠
“Atas Mereka neraka yang ditutup rapat”
Malang, 24 Februari 2022
Pondok Pesantren Agung Al Mubarok Malang Indonesia
Budiyono Santoso (Gus ion)
Komentar
Posting Komentar