Langsung ke konten utama

Kulo Nuwun

 Kulo Nuwun

Ngaji Sullam Taufiq

Di bumi jawa atau di pulau jawa terdapat adat istiadat yang dijunjung tinggi mulai dulu sampai sekarang, diantaranya, adat istiadat atau aturan tatkala seseorang itu bertamu. Aturan orang bertamu di bumi jawa atau pulau jawa ini yaitu dengan mengetuk pintu terlebih dahulu sambil mengucapkan Kulo Nuwun, makna kulo nuwun itu adalah minta ijin untuk diperbolehkan masuk ke dalam rumah seseorang yang kita kunjungi, dan diulangi sampai tiga kali dimulai dengan mengetuk pintu terlebih dahula kemudian diiringi dengan ucapan Kulo Nuwon. Apabila sudah tiga kali ketukan dengan diiringi ucapan kulo nuwun belum ada balasan dari tuan rumah, maka orang yang bertamu tadi dipersilahkan untuk pulang atau kembali ke rumahnya. Bisa saja pemilik rumah alias tuan rumahnya lagi tidak ada di rumah atau lagi sedang istirahat.

Kulo nuwun ini diajarkan oleh para wali yang ada di pulau jawa atau yang sering kita kenal dengan sebutan Wali Songo. Wali songolah yang mengajarkan hal ini, agar apa yang kita lakukan tatkala bertamu ke rumah orang sesuai dengan makna atau intisari dari nilai-nilai islam atau ajaran islam yang dibumikan di pulau jawa.

Apabila tatkala kita bertamu ke rumah orang, dan tuan rumahnya ada dan membukakan pintu untuk kita, kita belum boleh masuk sebelum sang tuan rumah memberi ijin kepada kita. Adapun tanda bahwa kita diberi ijin untuk masuk ke dalam rumah, biasanya tanda ijin dari si tuan rumah dengan ucapan MONGGO..., inilah password bahwa kita boleh masuk ke dalam rumahnya dan boleh duduk bahkan boleh menikmati hidangan yang ada di meja tamunya, baik makanan maupun minuman cukup dengan ucapan MONGGO dari si tuan rumah.

Kemudian adat istiadat dan budaya yang sudah mengakar di bumi jawa ini, adat istiadat dan budaya yang tidak bertentangan syariah Islam, maka para wali songo menambahkan syariat keislaman ke dalam adat dan budaya tersebut, diantara menambahkan di depan Kulo Nuwun dengan ucapan Assalamu’alaikum Wr. Wb. Kemudian ucapan Assalamu’alaikum tersebut diiringi dengan ucapan Kulo Nuwun. Begitu pula si tuan rumah, setelah menjawab salam dengan ucapan Wa ‘Alaikum Salam Wr. Wb., kemudian diiringi dengan ucapan Monggo... (Monggo Pinarak: Silahkan Masuk, Monggo diunjuk: Silahkan diminum dan monggo di dahar: silahkan di makan) dan lain sebagainya.

Semoga kita sebagai orang pribumi nusantara, bisa menjaga dan melestarikan adat istiadat dan budaya nusantara, yang kaya akan keberagaman, bukti indahnya tanah air kita Indonesia. Semoga bermanfaat. Wallu A’lam

 

Salam dari kami Gerakan Pemuda Ansor Kota Malang

 

Malang, 27 Februari 2022

Pon Pes Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Budiyono Santoso (Gus ion)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

  ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI KEPADA ALLAH Ulama adalah orang yang pakar dalam bidangnya atau orang yang ahli dalam bidangnya. Siapapun yang ahli dalam bidangnya ia disebut dengan ulama. Menurut Salah satu Mursyid Thariqah Anfusiyah berpendapat bahwa seorang dokter, ahli biologi, ahli ekonomi, ahli fisika itu juga disebut ulama, bukan hanya seorang yang ahli di dalam agama seperti Kiyai, abuya, syech dan lain sebagainya. Seorang ulama dengan keahliannya itu yang membuat dirinya bertambah takut bertambah cinta kepada Allah. Misalnya seorang peneliti (dokter) meneliti tentang nyamuk, ternyata seorang ahli akan menemukan di dalam nyamuk terdapat jantung dan alur pernafasan dari seekor nyamuk, tidak berhenti disitu, di dalam nyamuk ada kuman yang hidup, kuman yang hidup itu juga memiliki jantung sehingga kuman itu hidup, dan di dalam kuman itu ada virus yang banyak, ternyata di dalam virus itu juga ada kehidupan yang pastinya mempunyai jantung. Penemuan inilah yang membuat seorang ahl...

Kafire Dewe Monggo di bukake