Hayya ‘AlasShalah Hayya ‘AlalFalah
Hari ini bertepatan dengan 27 Rajab 1443 H, kami mengajak pada hamba-hamba
Allah semua untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kita kepada Allah, karena pada hari
ini ada peristiwa besar yang kita peringati tiap tahun yaitu peristiwa Isra Mi’raj
Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW. Pada tahun dimana terjadinya Isra’ Mi’raj itu dikenal
dengan Tahun kesedihan (‘Amul Huzni) karena ada 3 hal yang membuat sedih yang
mendalam Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW., yaitu yang pertama meninggalnya istri
tercinta Sayyidatuna Khadijah RadhiAllahu Anha, yang kedua meninggalnya Paman
yang selalu mendapinginya yaitu Abu Thalib dan di tahun yang sama terjadi
pemboikotan besar-besaran terhadap perekonomian Islam (Pedagang Muslim) oleh
orang kafir quraish.
Pada tahun kesedihan itu (‘Amul Huzni) tepatnya 27 Rajab, Kanjeng Nabiyuna
Muhammad di Isra’ kan oleh Allah, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha,
kemudian di Mi’rajkan ke Sidharatul Muntaha, untuk menerima Risalah yaitu Perintah
Shalat yang lima waktu dan menyampaikan kepada umatnya agar melakukan shalat
lima waktu sehari semalam. Hal ini sesuai dengan Firman Allah QS. An Nisa’:103
فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ
ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
“Maka tegakkanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu atas
orang-orang yang beriman yang telah ditentukan waktunya.”
Berkaitan dengan waktu shalat, maka kanjeng Nabiyuna Muhammad bersabda bahwa
shalat itu Mi’rajnya orang yang beriman.
الصَّلاَةُ
مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِيْنَ
maka untuk mengingatkan waktu shalat itu maka masjid-masjid atau
mushala-mushala mengumandangkan adzan lima kali sehari semalam. Hal itu
menandakan akan masuknya waktu shalat. Di dalam adzan ada seruan untuk shalat
yaitu Hayya ‘AlasShalah Hayya ‘AlalFalah (Marilah Menuju Shalat... Mari Menuju
Kemenangan... ). Mari menuju kemenangan disini yaitu dengan cara menegakkan shalat,
karena dengan shalatlah dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Tandanya
seorang mukmin itu menang yaitu dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.
Tatkala shalat kita bisa mencegah dari perbuatan keji dan munkar maka
itulah kemenangan yang besar. Sesuai dengan QS. Al Ankabut: 45
وَأَقِمِ
الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ
“Dan tegakkanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar”
Pengajian Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah
Indonesia | Surah Asy Syms :11-15 |Gus
ion |
PP AGUNG AL MUBAROK Malang Indonesia
كَذَّبَتْ
ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ - ١١
“Telah
mendustakan kaum Tsamud (pada Nabi Saleh), dengan menyepelekannya”
اِذِ انْۢبَعَثَ
اَشْقٰىهَاۖ - ١٢
“Ketika bangkit
orang yang terburuk jiwanya (Kidar bin Tsalif)”
فَقَالَ لَهُمْ
رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ - ١٣
“Maka berkata
Rasul Allah (Nabi Saleh) kepada mereka, Itu Untanya Allah dan Biarkan Ia minum.”
فَكَذَّبُوْهُ
فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ - ١٤
“Maka (Kaum
Tsamud) mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka membinasakan atas mereka Rabb
nya, karena dosa mereka, maka diratakan mereka (dengan tanah)”
وَلَا يَخَافُ
عُقْبٰهَا ࣖ - ١٥
“Dan Dia tidak
takut terhadap akibatnya”
Malang, 28 Februari 2022
Pon Pes Agung Al Mubarok Malang
Indonesia
Budiyono Santoso (Gus ion)
Komentar
Posting Komentar