Langsung ke konten utama

Rahasia 27 Rajab dan 27 Derajat Pengajian di BUMI MALANGKHA (BM)

 Rahasia 27 Rajab dan 27 Derajat

Oleh Budiyono Santoso



Bulan rajab adalah termasuk ke dalam 4 bulan mulia diantara 4 bulan yang dimuliakan. Hal ini sesuai dengan sabda Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW :

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Dan Bulan Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).

Bulan rajab adalah bulan yang mulia yang mana di dalamnya ada satu peristiwa besar yang sering di peringati oleh kita umat islam yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW. Pada tahun bertepatan peristiwa Isra’ Mi’raj itu juga terkenal dengan sebutan Amul Huzni (Tahun Kesedihan), karena pada Tahun itu ada 3 peristiwa yang besar, yang pertama wafatnya istri tercinta Kanjeng Nabiyuna Muhammad yaitu Khadijah ra., yang kedua wafatnya paman tercinta yang selalu membela dalam perjuangan yaitu Abi Thalib dan yang ketiga adalah diboikotnya perekonomian islam oleh kafir quraish. Dari ketiga hal itulah yang menjadi penyebab Kanjeng Nabiyuna Muhammad di Isra’ Mi’raj kan oleh Allah SWT.

Kisah Isra’ Mi’raj ini diabadikan di dalam QS. Al Isra’: 1

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ - ١

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya di waktu  malam dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami (Allah) berkahi sekitarnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Melihat”

Peristiwa Isra’ Mi’raj itu bertepatan pada tanggal 27 di bulan Rajab. Adapun hasil atau oleh-oleh dari peristiwa besar Isra’ Mi’raj itu adalah Shalat lima waktu. Shalat lima waktu ini adalah kewajiban (Fardhu) bagi umat Kanjeng Nabiyuna Muhammad yaitu Umat Islam. Hal ini tertuang dalam QS. An Nisa’:103

اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban atas orang-orang beriman yang ditentukan waktunya."

Jadi, shalat yang lima waktu itu telah ditentukan waktunya oleh Allah SWT. Sehingga apabila umat islam melakukan shalat yang lima waktu itu tandanya mereka bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada mereka.

Oleh sebab itu marilah kita lakukan shalat yang lima waktu itu dengan cinta (ikhlas) karena Allah. Karena sesungguhnya Shalat itu adalah Mi’rajnya orang yang beriman. Hal ini sesuai dengan sabda Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW

الصَّلاَةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِيْنَ

“ Shalat itu adalah mikrajnya orang -orang yang beriman.”

Adapun rahasia dari peristiwa Isra’ Mi’raj yang bertepatan dengan tanggal 27 Rajab adalah bahwasanya Shalat yang wajib (Fardhu) bagi kita yang beriman khususnya bagi para mukminin (laki-laki yang beriman) adalah shalat itu dilakukan dengan cara berjamaah. Karena shalat yang dilakukan dengan cara berjamaah derajatnya lebih tinggi daripada shalat sendirian. Hal ini sesuai dengan sabda Kanjeng Nabiyuna Muhammad SAW

 صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih baik  daripada shalat sendirian 27 derajat .” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)


Jadi. Makna 27 Rajab adalah Shalatlah kalian secara berjamaah bagi laki-laki yang mukmin agar engkau mendapatkan 27 derajat keutamaan shalat daripada shalat sendirian.


 

 

Malang, 19 Februari 2022

Pon Pes Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Budiyono Santoso (Gus ion)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

  ULAMA PEMILIK CINTA SEJATI KEPADA ALLAH Ulama adalah orang yang pakar dalam bidangnya atau orang yang ahli dalam bidangnya. Siapapun yang ahli dalam bidangnya ia disebut dengan ulama. Menurut Salah satu Mursyid Thariqah Anfusiyah berpendapat bahwa seorang dokter, ahli biologi, ahli ekonomi, ahli fisika itu juga disebut ulama, bukan hanya seorang yang ahli di dalam agama seperti Kiyai, abuya, syech dan lain sebagainya. Seorang ulama dengan keahliannya itu yang membuat dirinya bertambah takut bertambah cinta kepada Allah. Misalnya seorang peneliti (dokter) meneliti tentang nyamuk, ternyata seorang ahli akan menemukan di dalam nyamuk terdapat jantung dan alur pernafasan dari seekor nyamuk, tidak berhenti disitu, di dalam nyamuk ada kuman yang hidup, kuman yang hidup itu juga memiliki jantung sehingga kuman itu hidup, dan di dalam kuman itu ada virus yang banyak, ternyata di dalam virus itu juga ada kehidupan yang pastinya mempunyai jantung. Penemuan inilah yang membuat seorang ahl...

Kafire Dewe Monggo di bukake