Langsung ke konten utama

PERBUATAN KITA CERMINAN RABB KITA : Tafsir Genius ala Thariqah Anfusiyah Indonesia

 PERBUATAN KITA CERMINAN IMAN KITA,


PERBUATAN KITA CERMINAN RABB KITA

Manusia dalam mendapatkan ilmu dengan dua cara, yang pertama perantara qalam dan yang kedua tanpa perantara. Perantara qalam maksudnya manusia itu harus berusaha dengan sungguh-sungguh belajar melalui qalam (pena),  melalui proses belajar mengajar, dan sebaiknya-baiknya umat kanjeng nabiyuna muhammad adalah yang belajar al quran dan mengajarkannya. Dan ilmu yang tanpa perantara adalah mendapatkan ilmu yang langsung dari Allah yang langsung dimasukkan ke dalam hati atau sering disebut dengan ilmu laduni.

Dalam kita berusaha mendapatkan ilmu dari Allah baik itu melalui perantara maupun yang tanpa perantara harus diawali dengan bismillah... agar ilmu yang kita dapat mendapatkan keberkahan dari Allah dan menjadikan ilmu yang kita dapat bermanfaat bagi diri dan orang lain. Hal ini sesuai dengan sabda kanjeng nabiyuna muhammad


كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَمْ يُبْدَأْ فِيْهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ أَقْطَعُ - رواه عبد القادر الرهاوي

“Setiap pekerjaan penting yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang adalah terputus berkahnya” (Riwayat Abdul Qadir ar Rahawi).

Manusia yang mengawali setiap hal yang penting seperti mencari ilmu dengan bismillah maka ilmu yang didapatnya akan barokah, apabila ilmunya barokah maka manusia itu seirring bertambah ilmunya bertambah pula ketawaddhuannya. Tawaddhuk disini adalah rendah hari dan berakhlaq tinggi. Seperti tanaman padi, semakin berisi semakin merunduk. Itulah orang yang mempunyai ilmu yang barokah, mengutamakan akhlaq diatas ilmunya.

Berkaitan dengan akhlaq, itulah buah dari keimanan (ilmu yang barokah) sering kita sebut dengan amal soleh. Amal soleh atau akhlaq yang mulia itulah cerminan dari keimanan kita, akhlaq yang mulia mencerminkan siapa rabb kita. Jikalau rabb kita adalah Allah yang maha rahman dan rahim maka, pastinya akhlaq atau perbuatan kita dalam kehidupan sehari-hari pastinya terpancar kasih dan sayang. Namun apabila akhlaq kita sebaliknya alias buruk, maka pastinya rabb nya adalah hawa nafsunya, yang mana hawa nafsunya mendorong kearah keburukan atau kejelekan.

Wallahu a’lam...

 

 

كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ - ٦

“Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas

اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ - ٧

“Sesungguhnya orang yang  melihat dirinya serba cukup

اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ - ٨

Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah engkau dikembalikan”

اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ - ٩

Bagaimana meneurutmu apabila melihat orang melarang”

عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ - ١٠

“seseorang hamba ketika dia melaksanakan shalat

اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ - ١١

“Bagaimana menurutmu jika dia (yang shalat) melakukan atas petunjuk Allah”

اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ - ١٢

atau dia menyuruh kearah takwa (kepada Allah)

اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ - ١٣

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) tetap dusta dan memungkiri?

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ - ١٤

“Bukankah dia tahu bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)

كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ - ١٥

Sekali-kali tidak! Sungguh, apabila dia tidak berhenti (melarang shalat) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (di masukkan ke dalam neraka)”

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ - ١٦

“(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka

فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ - ١٧

Maka suruh panggil kelompoknya (gank) untuk menolongnya”

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ - ١٨

“Nanti Kami akan panggil Malaikat Zabaniyah, (Laskar di neraka)

كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩ ࣖ - ١٩

“Sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya (Jiwa Thaga) dan sujudlah maka kamu dekat dengan rabbmu”

 

Malang, 14 Maret 2022

Pon Pes Agung Al Mubarok Malang Indonesia

 

Budiyono Santoso (Gus ion)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAI MUDA NU DAKWAHKAN ISLAM NUSANTARA DENGAN CINTA DAN KASIH SAYANG

  Dai Muda NU Malang Dakwahkan Islam Nusantara dengan Cinta dan Kasih Sayang Pondok Pesantren  Agung Al Mubarok Malang yaitu Pondok Pesantren Siswa dan Mahasiswa yang exist di kota malang sejak tahun 2016 yang lalu. Pondok Pesantren ini yang awalnya diberi nama AMAM kepanjangan dari Asrama Mahasiswa Agung Mubarok  Malang telah mengambil kiprah dalam membentuk dan menjadikan anak generasi bangsa ini, menjadikan anak yang Soleh dan solehah.  Soleh yang dimaksud disini adalah soleh dalam spritualitas dan soleh dalam sosialitas. Soleh dalam spritualitas disini anak Asrama (santri) di ajak dengan cara lembut, penuh kasih sayang sehingga bisa menyadarkan anak-anak bahwa ilmu agama itu penting. Ilmu agama itu bisa menjadi tameng (perisai) dari hal-hal buruk yang dapat menjerumuskan ke lembah dosa dan kehancuran. Baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.  Hal ini mereka dapatkan tatkala pengajian rutin yang diadakan oleh pondok pesantren setiap harinya setia...

ORANG TUA ADALAH PINTU SURGA

 Berbhakti kepada Kedua Orang Tua Orang tua adalah sebab adanya kita di dunia ini, mulai dari mengandung yang kesusahan dan melahirkan dengan susah payah dengan taruhan nyawa, menyusui, merawat dan memoivasi kita sampai sekarang ini, mendidik kita dengan kasih sayang di rumah, menyekolahkan kita   di umum dan madrasah untuk bekal kita menjalani kehidupan di dunia hasanah dan di akhirat hasanah. oleh sebab itu kita harus berbhakti kepada kedua orang tua kita terutama ibu. Hal ini termaktub dalam QS. Al Ahqaf: 15 وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ “ Dan Kami perintahkan kepada manusia aga...

Kafire Dewe Monggo di bukake